MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkenalkan arah baru pengembangan kampus sebagai institusi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi persoalan nyata. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Excellent Solution Center (ESC) dalam rangkaian pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) UMM 2026 di Hall Dome UMM, Selasa, 08 September 2026.
Peluncuran ESC menjadi bagian dari momentum penyambutan mahasiswa baru Gen 26. Kehadiran pusat tersebut sekaligus memperkenalkan ekosistem baru yang mendorong sivitas akademika untuk mengembangkan inovasi, membangun kemandirian, dan menghasilkan karya yang memberikan dampak.
ESC dirancang sebagai langkah strategis UMM untuk bertransformasi dari sekadar knowledge provider menjadi problem solving institution. Melalui ESC, UMM memosisikan diri sebagai pusat penyedia solusi unggul dan inovatif berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat, industri, pemerintahan, hingga komunitas global.
Ekosistem ESC dibangun melalui tiga pilar utama. Pertama, Service Excellent Hub yang menjadi pusat layanan terpadu dan mengintegrasikan sumber daya serta teknologi, termasuk layanan pendampingan bagi mahasiswa. Kedua, Industry Solution Partner (ISP) yang menghubungkan kepakaran, inovasi, dan fasilitas laboratorium UMM dengan kebutuhan industri. Ketiga, Innovation & Talent Incubator sebagai ruang pembinaan talenta sekaligus akselerator hilirisasi inovasi agar karya sivitas akademika dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Momentum tersebut diperkuat dengan pesan Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Haji sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. Ia meminta mahasiswa baru membekali diri dengan lima kemampuan utama atau 5C, yakni Critical Thinking, Creativity and Innovation, Communication Skill, Collaboration, dan Confidence.
Menurutnya, kelima kemampuan tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan dan mengomunikasikannya dengan baik.
“Yang kedua adalah Creativity and Innovation. Berpikir kreatif, berkarya, berinovasi. Kalau otak kita kreatif, karya kita akan inovatif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi. Mahasiswa UMM, katanya, harus mampu berbicara dan menulis dengan baik sehingga gagasan yang dimiliki dapat diketahui dan memberikan manfaat.
“Mahasiswa UMM harus pandai berbicara, tentu saja pembicaraan, bicara yang baik, bukan asal bicara. Dan juga harus bisa menulis,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Badan Pembina Harian UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengingatkan mahasiswa baru bahwa memasuki perguruan tinggi harus diikuti perubahan pola pikir dan karakter.
Menurutnya, mahasiswa perlu meninggalkan kebiasaan sebagai pelajar dan mulai membangun sikap mandiri, pekerja keras, serta konstruktif. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti ulat yang bertransformasi menjadi kupu-kupu. Pendidikan, menurutnya, bukan sekadar mengubah status, tetapi juga membentuk karakter dan nilai diri.
“Saudara saat ini barangkali masih masuk menjadi kepompong. Tetapi 4 tahun yang akan datang Saudara akan menjadi kupu-kupu,” ungkapnya.
Terakhir, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., kemudian menegaskan identitas mahasiswa baru melalui semangat “UMM Gen 26: Excellent, Solution, Future”. Pesan tersebut menjadi penanda bahwa mahasiswa baru tidak hanya dipersiapkan untuk menyelesaikan studi, tetapi juga untuk tumbuh sebagai generasi yang mampu menghadirkan solusi dan memberi dampak. (diko)

