Perkuat Ekonomi Warga, UM Bandung dan DP3AKB Jabar Bekali UMKM Perempuan

Suara Muhammadiyah

12 August 2026

87
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Strategi Pemasaran Digital bagi Para Pelaku UMKM Perempuan di Jawa Barat”.

Kegiatan yang digelar pada Selasa (11/8/2026) tersebut dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom dan bertempat di Sekolah Perempuan Jawa Barat, Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan kanal digital untuk memperluas pemasaran produk.

Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) DP3AKB Jawa Barat Utami Puspita Dewi menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguasaan strategi pemasaran digital menjadi keterampilan penting bagi perempuan pelaku UMKM di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin terhubung dengan teknologi.

“Melalui kegiatan ini, para peserta dapat memahami dan mengimplementasikan pemasaran produk secara digital,” ujar Utami.

Selain meningkatkan kemampuan pemasaran, ia menilai penguatan UMKM perempuan juga berpotensi memperluas jejaring ekonomi di lingkungan masyarakat. Para pelaku usaha tidak hanya diharapkan mampu mengembangkan bisnisnya secara mandiri, tetapi juga dapat menjadi penggerak bagi perempuan lain di sekitarnya.

“Para peserta nantinya dapat memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar sehingga dapat memperluas jejaring bagi yang lain untuk berdaya, tangguh, dan mandiri dalam penguatan ekonomi keluarganya,” katanya.

Dorong UMKM Naik Kelas

Ketua Pelaksana kegiatan Suparjiman mengatakan Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM, termasuk yang dikelola oleh perempuan. Menurutnya, terdapat lebih dari 300 pelaku UMKM yang menjadi bagian dari sasaran pengembangan dalam program tersebut, khususnya melalui penguatan kapasitas digital marketing.

“Jawa Barat memiliki banyak sekali pelaku UMKM, khususnya perempuan. Ada sekitar 300 lebih pelaku UMKM yang perlu kita kembangkan usahanya dan nantinya berfokus pada digital marketing,” ungkap Suparjiman.

Ia menjelaskan, pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan pelaku usaha. Namun, memiliki kontribusi lebih luas terhadap perekonomian daerah dan nasional.

UMKM, menurut Suparjiman, dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ketika usaha berkembang, pelaku UMKM tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi berpotensi memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi nasional.

“UMKM ini selain bisa memenuhi kebutuhan diri sendiri, mereka juga bisa berkontribusi pada negara yang akan berpengaruh pada pendapatan atau PDB,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan yang mencakup sejumlah aspek penting dalam pengembangan usaha, mulai dari penguatan brand, strategi ekspor produk, hingga pembukuan dan pengelolaan keuangan.

Pembekalan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi dapat diterapkan secara langsung oleh peserta dalam mengelola dan mengembangkan usahanya.

Dengan pemanfaatan pemasaran digital yang tepat, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk, memperluas jangkauan pasar, dan membuka peluang peningkatan pendapatan.

“Ini tentunya dapat meningkatkan usaha, pendapatan, hingga jangkauan pemasarannya,” tutur Suparjiman.

Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk mendorong terjadinya peningkatan skala usaha secara bertahap. Pelaku usaha yang masih berada pada kategori mikro diharapkan dapat berkembang menjadi usaha kecil, kemudian naik menjadi usaha menengah hingga besar.

“Semoga para peserta dapat meningkatkan kelas usahanya, yang awalnya mikro ke kecil, kecil ke menengah, dan menengah ke besar,” tandasnya.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas perempuan, program pemberdayaan tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem UMKM yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Penguatan literasi digital, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan pengembangan merek menjadi fondasi penting agar UMKM perempuan tidak hanya mampu bertahan.

Namun, juga tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak bagi ketahanan ekonomi keluarga serta masyarakat.*(FK)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah – Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LP....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar acara Wisu....

Suara Muhammadiyah

24 February 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung berh....

Suara Muhammadiyah

19 January 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan ....

Suara Muhammadiyah

28 October 2023

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 1347 siswa SMP Muhammadiyah Kabupaten Sleman menjalani W....

Suara Muhammadiyah

6 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah