Ari Anshori Bentangkan Tiga Variabel Mencapai Indonesia Sejahtera

Suara Muhammadiyah

12 May 2026

356

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Impian terbesar bangsa Indonesia adalah terciptanya negeri yang sejahtera. Kata Ari Anshori, negeri sejahtera dalam pandangan Islam sebagai negeri yang memberikan kesejahteraan dan menjamin kesejahteraan.

"Selain itu, menjamin kebutuhan rakyat secara keseluruhan, dan membebaskan manusia dari kemiskinan menuju kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya," ujar Dewan Pengawas Syariah Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Ari menyebut, untuk mencapai Indonesia sejahtera, kuncinya dimulai berdasarkan syariat dan akal sehat serta tidak abai terhadap Al-Qur’an.

“Berperan penting untuk mewujudkan Indonesia bahagia sejahtera,” katanya, Selasa (12/5) saat pengajian di Mushala Birahmah, Godean, Guyangan, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Menekankan kata syariat, Ari menjelaskan, kata tersebut termaktub di dalam Dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM) pada pokok pikiran ketiga, dijelaskan bahwa hanya hukum Allah yang sebenar-benarnya.

“Satu satunya yang dapat dijadikan sendi dan landasan untuk membentuk pribadi Muslim yang utama dan mengatur ketertiban hidup bersama (bermasyarakat) dalam menuju hidup bahagia dan sejahtera yang hakiki, di dunia dan di akhirat,” bebernya.

Dengan demikian, syariat merupakan prinsip-prinsip ajaran Islam yang menjadi pedoman untuk membentuk kepribadian manusia secara utuh.

Variabel kedua, akal sehat. Menurut Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul.

“Akal sehat menjadi dasar munculnya teori, kemudian teori menyempurnakan serta menguji kebenaran tersebut sehingga dapat menjelaskan realitas kehidupan,” jelas Ari.

Variebal ketiga, jangan abai terhadap Al-Qur’an. Bahwa, Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang menjadi sumber utama ajaran dan pedoman hidup.

“Fenomena abai terhadap Al-Qur’an menjadi salah satu persoalan yang banyak terjadi di tengah kehidupan umat Islam saat ini,” terangnya.

Di situlah Ari menegaskan jangan sampai membenamkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, Al-Qur’an harus dijadikan pedoman, dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam setiap aspek kehidupan.

“Intinya untuk mencapai Indonesia bahagia sejahtera,” pungkas Ari. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Terima Kunjungan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab, Soroti Isu Perdamaian d....

Suara Muhammadiyah

7 July 2026

Berita

Kolaborasi PWA DIY Bersama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  YOGYAKARTA....

Suara Muhammadiyah

16 November 2023

Berita

Kolaborasi LAZISMU DKI Jakarta, Pizza Hut Indonesia, dan RSIJ Pondok Kopi JAKARTA, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

3 September 2025

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah - Toko Suara Muhammadiyah berkesempatan hadir dan memeriahkan rangka....

Suara Muhammadiyah

18 July 2025

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menguatkan kembali peran dan fungsi instruktur, DPD....

Suara Muhammadiyah

13 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah