Ari Anshori Bentangkan Tiga Variabel Mencapai Indonesia Sejahtera

Publish

12 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
90

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Impian terbesar bangsa Indonesia adalah terciptanya negeri yang sejahtera. Kata Ari Anshori, negeri sejahtera dalam pandangan Islam sebagai negeri yang memberikan kesejahteraan dan menjamin kesejahteraan.

"Selain itu, menjamin kebutuhan rakyat secara keseluruhan, dan membebaskan manusia dari kemiskinan menuju kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya," ujar Dewan Pengawas Syariah Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Ari menyebut, untuk mencapai Indonesia sejahtera, kuncinya dimulai berdasarkan syariat dan akal sehat serta tidak abai terhadap Al-Qur’an.

“Berperan penting untuk mewujudkan Indonesia bahagia sejahtera,” katanya, Selasa (12/5) saat pengajian di Mushala Birahmah, Godean, Guyangan, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Menekankan kata syariat, Ari menjelaskan, kata tersebut termaktub di dalam Dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM) pada pokok pikiran ketiga, dijelaskan bahwa hanya hukum Allah yang sebenar-benarnya.

“Satu satunya yang dapat dijadikan sendi dan landasan untuk membentuk pribadi Muslim yang utama dan mengatur ketertiban hidup bersama (bermasyarakat) dalam menuju hidup bahagia dan sejahtera yang hakiki, di dunia dan di akhirat,” bebernya.

Dengan demikian, syariat merupakan prinsip-prinsip ajaran Islam yang menjadi pedoman untuk membentuk kepribadian manusia secara utuh.

Variabel kedua, akal sehat. Menurut Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH), Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul.

“Akal sehat menjadi dasar munculnya teori, kemudian teori menyempurnakan serta menguji kebenaran tersebut sehingga dapat menjelaskan realitas kehidupan,” jelas Ari.

Variebal ketiga, jangan abai terhadap Al-Qur’an. Bahwa, Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang menjadi sumber utama ajaran dan pedoman hidup.

“Fenomena abai terhadap Al-Qur’an menjadi salah satu persoalan yang banyak terjadi di tengah kehidupan umat Islam saat ini,” terangnya.

Di situlah Ari menegaskan jangan sampai membenamkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, Al-Qur’an harus dijadikan pedoman, dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam setiap aspek kehidupan.

“Intinya untuk mencapai Indonesia bahagia sejahtera,” pungkas Ari. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Menguatkan Partisipasi Perempuan Dalam Dakwah Islam Berkemajuan YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Da....

Suara Muhammadiyah

12 April 2026

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Klinik Pratama Rawat Inap Khairu Ummah PKU Muhammadiyah Leuwiliang Bogor....

Suara Muhammadiyah

9 July 2025

Berita

BAHAUR, Suara Muhammadiyah - Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Muhammadiyah Kahayan Kuala mela....

Suara Muhammadiyah

19 July 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Teng....

Suara Muhammadiyah

16 December 2023

Berita

ASAHAN, Suara Muhammadiyah - (MPI) l Pimpinan Cabang Aisyiyah simpang empat menggelar musycab ke - 3....

Suara Muhammadiyah

28 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah