Bakar Semangat Kader, Gus Bach Dorong Kader IMM Ponorogo untuk Berdiaspora Melintasi Batas

Suara Muhammadiyah

13 July 2026

125
Gus Bach

Gus Bach

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Agenda Temu Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ponorogo yang berlangsung di Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Ahad (12/07/2026), berlangsung penuh energi. Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA., hadir menyapa ratusan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah se kabupaten Ponorogo dengan pesan-pesan yang menantang paradigma berpikir aktivis mahasiswa. 

Dalam kesempatan tersebut, Gus Bach, sapaan akrabnya, mengingatkan bahwa sebagai kader IMM, orientasi gerak tidak boleh hanya terpaku pada urusan internal organisasi atau inward looking. Ia menekankan pentingnya paradigma outward looking atau diaspora kader yang lebih luas. 

Gus Bach menegaskan bahwa "kembali kepada Muhammadiyah" tidak harus selalu bermakna menjadi penggerak struktur organisasi secara langsung. Bagi kader yang berdiaspora di kancah nasional maupun global, nilai-nilai, spirit, dan pemikiran Muhammadiyah lah yang harus dibawa. 

"Adik-adik IMM harus menjadi kader umat dan kader bangsa. Jangan kembali ke Muhammadiyah semua, nanti malah berebut tulang di sini. Pergilah berdiaspora! Aktiflah di KNPI, MUI, FKUB, hingga lembaga internasional. Jadilah aktor global yang mengurus isu perdamaian, perubahan iklim, hingga perlindungan kelompok rentan," ujar Gus Bach di hadapan para kader yang mengenakan jas merah kebanggaannya. 

Dalam sesi dialog, seorang kader dari PK IMM Jasman Alkindi menyoroti fenomena "orbitisasi" yang sering kali dilakukan tanpa pembekalan matang, sehingga kader yang didiasporakan kerap kehilangan nilai-nilai ideologis. Menanggapi hal tersebut, Gus Bach menekankan bahwa diaspora bukanlah sekadar bagi-bagi jabatan berbasis koneksi. 

Ia dengan tegas mengingatkan bahwa kompetensi dan moralitas adalah syarat mutlak. Gusbach tidak menoleransi kader yang hanya mengandalkan "orang dalam" namun tidak memiliki kecakapan (qualified) dan integritas yang buruk. 

"Siapa yang bertanggung jawab jika kader tidak membawa nilai Muhammadiyah? Ya, kalian sendiri yang harus bertanggung jawab. Jangan orbitkan kader yang plongak-plongok atau cacat moral. Di lingkungan saya, saya tidak akan memberi ampun bagi kader yang melanggar etik. Integritas adalah harga mati bagi nama baik organisasi," tegas Gusbach yang disambut riuh tepuk tangan peserta. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Gusbach mengusulkan agar sistem pengkaderan di IMM, mulai dari DAD hingga DAP, mulai menginjeksi materi-materi bertaraf global dan nasional. Ia berharap kader IMM tidak hanya jago berorganisasi di internal, tetapi juga mampu membangun jejaring lintas gerakan dan lintas iman. 

"Perkuat sistem pengkaderan dengan wawasan diaspora. Bangun jejaring yang lebih luas agar kalian tidak hanya menjadi kader yang terjebak dalam kejumudan, tapi menjadi sosok yang onward looking—selalu melihat ke depan untuk kemajuan bangsa dan kemanusiaan," pungkasnya. 

Agenda Temu Kader ini ditutup dengan sesi diskusi hangat. Meski waktu terbatas, Gusbach tetap membuka ruang dialog lebih luas melalui kanal media sosialnya, memastikan pesan dakwah dan semangat berkemajuan tetap tersampaikan kepada seluruh kader di Bumi Mataraman.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Tax Center Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menunju....

Suara Muhammadiyah

16 April 2026

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Tantangan dunia keperawatan di era digital kian kompleks. Menghadapi fe....

Suara Muhammadiyah

29 June 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Masih dalam rangka acara INCODE 3rd, Fakultas Ekonomi dan Bisnis....

Suara Muhammadiyah

5 May 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Wilayah Muhamma....

Suara Muhammadiyah

8 May 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti m....

Suara Muhammadiyah

8 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah