YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Beasiswa adalah amanah. Di dalamnya tersimpan harapan bagi si pemberi dan motivasi tinggi bagi penerimanya. Dan bagi keduanya ada nilai keberkahan di setiap hembusan pengorbanan dan perjuangan. Penerima beasiswa sejatinya bukan sekedar penerimaan bantuan finansial. Namun juga ada kompetensi, potensi, dan tanggung jawab yang harus dijaga dan terus dikembangkan. Tidak berhenti untuk belajar. Berikhtiar memaksimalkan potensi dengan cara mentransformasikan diri menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.
Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, dalam acara Pentasyarufan Beasiswa Kader 2026 menegaskan, bahwa seluruh penerima beasiswa diseleksi dan tidak berdasarkan asas kedekatan secara personal tanpa syarat. Miski ada beberapa kader yang diprioritaskan untuk mendapatkan beasiswa, hal itu menurutnya telah melalui berbagai pertimbangan matang.
“Beasiswa kader ini adalah sebuah keniscayaan. Kami membina kader bukan hanya dari segi ideologi, tapi juga memperhatikan mereka yang memiliki kemampuan atau talenta yang kemudian kami beri beasiswa,” ujarnya di Aula Gedung PP Muhammadiyah lantai 3, Kamis (20/8).
Menurut pria yang saat ini menjabat Sekretaris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu, tidak hanya mengajak mereka untuk aktiv berorganisasi, mengikuti berbagai rapat, dan lain sebagainya. Di sisi lain juga perlu ada perhatian pada aspek pendidikan yang di tempuh oleh kader. “Setiap kader perlu diperhatikan secara langsung untuk kesuksesan studinya,” tegasnya.

Kader memiliki posisi yang penting dalam struktur organisasi Muhammadiyah. Tanpa adanya kader yang hebat, akan sulit bagi Muhammadiyah beradaptasi menjadi gerakan modern yang melampaui zaman.
Untuk menyiapkan kader yang hebat, pendidikan menjadi pondasi utama yang tak dapat diabaikan. Perhatian penuh pada aspek pendidikan para kader ini mendorong MPKSDI PP Muhammadiyah berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya PT GKBI Investment dan Lazismu.
Gus Bach menambahkan, kualitas pendidikan yang baik akan berbanding lurus dengan luaran kader yang dihasilkan. Oleh sebab itu, MPKSDI terus berkomitmen, setiap tahunnya mentasyarufkan ribuan biasiswa bagi para kader Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
“Ini adalah program majelis kader untuk menyapa, memperhatikan, dan bentuk cinta kepada para kader. Agar ikatan ini terus terjaga,” paparnya.
“Saya berpesan kepada para kader yang menerima beasiswa, jangan lihat besaran nominalnya, tapi lihatlah besarnya perhatian Muhammadiyah kepada kalian semua,” tambahnya berpesan kepada para kader kebanggaan. (diko)

