Bentengi Anak Sejak Dini, Keluarga Jadi Kunci Lawan Penyalahgunaan Narkoba

Suara Muhammadiyah

22 July 2026

541
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Kajian Inspiratif Subuh (KIS) yang diselenggarakan setiap Rabu ba’da Subuh di Masjid Attaqwa Pogot, Surabaya, kembali dipadati jamaah. Ratusan jamaah dari berbagai kalangan memenuhi ruang utama masjid untuk mengikuti kajian yang secara rutin menghadirkan pembahasan keislaman yang relevan dengan persoalan kehidupan masyarakat.

Berbeda dari kajian pada umumnya, KIS edisi Rabu (22/7) mengangkat tema penyalahgunaan narkoba dan modus baru peredaran gelap narkoba. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya ancaman narkotika yang dinilai telah memasuki fase yang sangat mengkhawatirkan dan berdampak luas terhadap ketahanan keluarga, masyarakat, hingga bangsa.

Pengasuh KIS, Ustad Muchamad Arifin, menyampaikan bahwa dakwah tidak cukup hanya membahas persoalan ibadah mahdhah, tetapi juga harus mampu memberikan solusi dan membangun kesadaran umat terhadap persoalan sosial yang nyata.

“Peredaran narkoba saat ini bukan lagi sekadar tindak kriminal, tetapi telah menjadi ancaman serius terhadap ketahanan kehidupan bermasyarakat, berjamaah, dan bernegara. Karena itu, persoalan ini harus menjadi perhatian bersama, termasuk melalui mimbar-mimbar dakwah,” ujarnya.

Menurutnya, pengungkapan pabrik gelap narkoba oleh aparat penegak hukum dengan barang bukti mencapai 3,37 ton menjadi indikator bahwa jaringan peredaran narkoba semakin masif, terorganisasi, dan menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

"Modus peredaran narkoba kini semakin beragam dan sulit dikenali. Barang haram tersebut tidak lagi diedarkan secara konvensional, tetapi memanfaatkan perkembangan teknologi, media sosial, jasa pengiriman, hingga berbagai produk yang tampak biasa, sehingga masyarakat dituntut untuk semakin waspada," terangnya, yang juga Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Arifin menekankan, langkah paling efektif dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba adalah melakukan pembekalan sejak usia dini. Anak-anak perlu dibekali nilai-nilai keimanan, akhlak, karakter yang kuat, serta pemahaman tentang bahaya narkoba agar memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk bujuk rayu dan modus peredaran yang terus berkembang.

“Keluarga merupakan benteng pertahanan pertama. Orang tua tidak boleh hanya menyerahkan pendidikan kepada sekolah, tetapi harus hadir membangun komunikasi, pengawasan, dan keteladanan sehingga anak memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba,” tegasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MOJOKERTO, Suara Muhammadiyah – Udara sejuk Pacet menjadi saksi semangat luar biasa 45 peserta....

Suara Muhammadiyah

31 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

16 November 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menegaskan komitmennya da....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali me....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah — Menjelang peringatan satu abad lebih kiprahnya, Pimpinan Wilayah ....

Suara Muhammadiyah

30 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah