YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah Suronatan kembali melaksanakan kegiatan Student Exchange pada hari Senin-Sabtu, 3-8 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti 40 siswa dan 6 guru pendamping, Rombongan peserta student exchange berangkat dari Bandara NYIA pada Hari Senin, 3 Agustus 2026, pukul 09.00, dan diperkirakan tiba di Bandara KLIA, Malaysia pada pukul 11.50.
Pelepasan peserta student exchange telah dilaksakan beberapa hari sebelumnya oleh Ketua PDM Kota Yogyakarta Aris Madani. Dalam pesannya, Aris Madani berpesan agar para murid menggunakan kesempatan sebagai wahana untuk menambah wawasan dan pengalaman belajar di luar negeri.
“Terlebih sekolah ini menjadi salah satu sekolah model Kemendikdasmen RI dan sekolah dengan predikat Unggul Utama versi Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah yang sudah sepantasnya mempersiapkan muridnya memiliki wawasan global dan siap menjadi pemimpin bangsa,” ujarnya.
Kepala SD Muhammadiyah Suronatan, M Slamet Riyanto, mengapresiasi para murid yang percaya diri dan berani untuk belajar di luar negeri. Tak kalah pentingnya dukungan dari wali murid dan komite sekolah yang sangat besar pada kegiatan ini.
“Setidaknya ada 2 sekolah penting yang akan menjadi tempat para murid untuk belajar, yakni Sekolah Kebangsaan Seksyen 27, Shah Alam, Selangor, dan Sekolah Kebangsaan Teluk Kerang, Pontian, Johor, dan beberapa tempat penting lainnya,” terangnya.
Slamet menerangkan, para murid akan belajar bersama, berkolaborasi, pengenalan budaya, berkompetisi internasional dengan beberapa sekolah di luar negeri.
“Kegiatan ini diharapkan memberikan tambahan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan keberanian murid tampil di forum internasional,” jelasnya.
Di saat yang sama, Slamet menambahkan, SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta merupakan salah satu sekolah dasar swasta unggulan yang berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Dengan pengalaman lebih dari empat dekade dalam dunia pendidikan, SD Muhammadiyah Suronatan terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, berkarakter Islami, serta berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh,” katanya. “Kini seluruh jumlah murid SD Muhammadiyah Suronatan adalah 546 murid,” tambahnya.
Proses pembelajaran dirancang secara holistik dengan mengintegrasikan pendidikan akademik, pembinaan karakter, serta nilai-nilai keislaman dalam setiap kegiatan belajar. Lingkungan belajar yang hangat, aman, dan kondusif menjadi salah satu kekuatan sekolah dalam membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Dengan semangat Islami dan budaya belajar yang positif, SD Muhammadiyah Suronatan terus berupaya mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” terangnya.

