BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al Muttaqiin perumahan Tanjung Elok Purwokerto mengangkat pesan penting tentang perlunya manusia menjauhi sifat sombong serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Pesan tersebut dikaitkan dengan kandungan Surah Al-Alaq, yang mengingatkan manusia akan asal-usul penciptaannya, pentingnya ilmu pengetahuan, serta bahaya sikap melampaui batas ketika merasa dirinya berkecukupan.
Kajian Ahad pagi bakda subuh tanggal 11 Oktober 2026 ini kajiannya diisi oleh ustadz Agus Salim. Tema kajian kali ini adalah mengenai surat Al Alaq. Kajian kali ini diikuti jamaah rutin masjid termasuk anak-anak yang rajin ke masjid.Temanya secara khusus mengenai memperbaiki peradaban masyarakat, khususnya mengambil surat Al Alaq ayat ke 6-19. Kajian utama terkait mengenai tidak berlaku sombong dan suka memberi.
Disampaikan bahwa dalam Surah Al-Alaq ayat 6–7, Allah Swt. berfirman bahwa manusia benar-benar dapat melampaui batas ketika memandang dirinya serba cukup. Ayat ini menjadi pengingat bahwa segala kelebihan yang dimiliki manusia, baik berupa harta, jabatan, ilmu, maupun kedudukan, pada hakikatnya merupakan amanah dari Allah Swt. Oleh karena itu, tidak selayaknya seseorang menyombongkan diri atau merendahkan orang lain karena kelebihan yang dimilikinya.
Pengajian tersebut juga mengajak jamaah untuk senantiasa mengingat bahwa manusia diciptakan dari sesuatu yang sederhana, sebagaimana dijelaskan dalam ayat pertama dan kedua Surah Al-Alaq. Kesadaran akan asal-usul penciptaan ini hendaknya menumbuhkan sikap rendah hati, tidak merasa paling hebat, serta senantiasa menyadari keterbatasan diri di hadapan Allah Swt.
Agus Salim lebih lanjut menyampaikan selain menjauhi kesombongan, umat Islam juga diajak untuk membiasakan diri memberi dan berbagi kepada sesama. Sikap gemar memberi merupakan wujud rasa syukur atas rezeki yang telah dikaruniakan Allah Swt. Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui sedekah, membantu tetangga yang membutuhkan, menyantuni anak yatim, serta meringankan beban saudara yang sedang mengalami kesulitan.
Pesan utama dari kajian ini adalah bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta atau tingginya kedudukan, tetapi juga dari kerendahan hati, kemanfaatan ilmu, dan kepeduliannya terhadap orang lain. Semakin besar nikmat yang diterima, semakin besar pula tanggung jawab untuk menggunakannya bagi kebaikan.
Melalui Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al Muttaqiin, jamaah diharapkan dapat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, dengan menjauhkan diri dari kesombongan, memperkuat rasa syukur, dan membiasakan diri berbagi tanpa mengharapkan pujian. Pengajian ini menjadi pengingat bahwa kemuliaan manusia bukan terletak pada kesombongan atas apa yang dimilikinya, melainkan pada ketakwaan, kerendahan hati, dan kesediaannya memberikan manfaat bagi sesama. (Eka).

