Bijak Kelola Sampah Kemasan Daging di Momen Idul Adha

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
70

Oleh: Agung Nugroho, Amg., Mph, Kepala Prodi Gizi Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, jumlah hewan kurban pada 2024 mencapai 1,97 juta ekor. Tahun 2024 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan sampah plastik pada perayaan Idul Adha tahun tersebut mencapai 608 ton. Timbulan sampah diperkirakan dari 121,5 juta lembar kantong kresek, meningkat dari 357 ton di tahun 2023. Pada 2019, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menjelaskan bahwa sebagian besar plastik kresek merupakan hasil daur ulang plastik.

Plastik daur ulang tersebut, umumnya berasal dari limbah wadah bekas produk pangan, bahan kimia, atau pestisida, dan sebagainya. Dalam proses pembuatannya juga menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Kantong plastik mengandung zat karsinogen dan logam berat timbal (Pb) yang berbahaya bagi kesehatan, terutama kantong yang berwarna hitam.

Plastik sekali pakai membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai di alam. Saat ini sudah banyak beredar plastik yang terbuat dari bahan organik, namun harga menjadi faktor kendala dalam pemilihan penggunaannya. Walaupun plastik dari bahan anorganik sekarang harganya juga mahal karena efek dari situasi global saat ini.

Momen Idul Adha bisa kita gunakan untuk belajar mengurangi dampak penggunaan plastik sekali pakai. Akan ada jutaan ton daging yang didistribusikan ke ratusan juta orang. Apabila separuh umat Islam mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, hal ini sangat berpengaruh pada keselamatan lingkungan. Apalagi menjaga lingkungan adalah salah satu amanah dari Allah SWT pada manusia sebagai khalifah di muka bumi ini.

Al-Qur'an secara tegas memerintahkan manusia untuk menjaga lingkungan dan melarang perusakan alam, yang dipandang sebagai bentuk ketidaktaatan dan pengkhianatan amanah sebagai khalifah di bumi. Beberapa ayat Al-Qur'an tentang menjaga lingkungan adalah: QS. Ar-Rum: 41, "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".

Demikian juga di QS. Al-Qasas: 77, “Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan". Dengan demiian, umat Islam harus terlibat sebagai aktor utama dalam melakukan gerakan penyelamatan serta pelestarian lingkungan.

Panitia pembagian daging kurban dihimbau oleh pemerintah tidak menggunakan kantong plastik tetapi menggantinya dengan wadah ramah lingkungan seperti daun pisang, daun jati, daun kelapa, anyaman bambu atau besek. Penggunaan wadah ramah lingkungan inipun masih menyisakan masalah dengan tetap menghasilkan sampah, walaupun jenis sampahnya adalah sampah organik. Sejauh ini belum ada data yang spesifik melaporkan berapa besar timbulan sampah pembungkus organik khusus pada momen Idul Adha.

Sampah pembungkus organik ini jika dikelola dengan benar bisa dijadikan kompos. Namun pertanyaan berikutnya adalah, apakah pada level rumah tangga penerima daging qurban dengan bungkus organik ini mereka mampu dan mau mengolahnya? Kebanyakan pasti tetap berakhir di tempat pembuangan sampah, bercampur lagi dengan jenis sampah anorganik. Sampah organik pun saat diurai di dalam tanah akan menghasilkan gas metana yang berkontribusi pada efek rumah kaca.

Untuk menekan sampah plastik, KLHK menganjurkan penggunaan wadah sendiri saat pembagian daging kurban terutama wadah yang bisa digunakan berulang (reuseable). Penggunaan wadah reusable ini jelas akan mengurangi timbulan sampah pembungkus daging qurban setiap tahunnya. Merespon kondisi di atas, warga Muhammadiyah bersama Masjid Quwwatul Islam (MQI) Perumnas Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta yang pada setiap pelaksanaan Idul Adha menaungi jamaah dari 4 RT, membuat eksperimen sosial berupa ujicoba penggunaan wadah reusable untuk distribusi daging qurban.

Ujicoba ini untuk melihat respon masyarakat dalam penggunaan wadah reusable yang dimulai pada tahun 2024 memakai kontainer foodgrade ukuran 4 liter bagi warga di salah satu wilayah yaitu RT 09. Pengadaan kontainer berbasis model pelibatan aktif swadaya masyarakat dengan akad jual beli melalui Seksi Usaha PKK dengan sistem pembayaran cicilan sebesar lima ribu rupiah per bulan, selama 10 bulan. Warga yang telah memiliki kontainer serupa dapat menggunakannya tanpa harus membeli yang baru. Semua kontainer warga diberi label nama dan alamat dengan stiker anti air untuk memudahkan saat pendistribusian serta bisa digunakan lagi pada tahun-tahun berikutnya. Tampilan visual nampak lebih bersih dan rapi dibandingkan penggunaan wadah pembungkus organik.

Mendapatkan respon positif dari masyarakat, pada tahun 2025 panitia qurban MQI memutuskan penyediaan kontainer reusable bagi setiap sohibul qurban dengan ukuran yang lebih besar menyesuaikan volume daging yang diterima. Untuk penerima daging qurban di luar RT 09 yang memakai kontainer reusable, disediakan wadah thinwall.

Harapannya, secara bertahap wadah thinwall juga akan bisa upgrade ke kontainer reusable yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan untuk warga RT lainnya. Hasil yang didapat bisa dibilang luar biasa, sangat menekan penggunaaan kantong plastik dan organik pembungkus daging qurban yang memenuhi keranjang sampah. Selain itu, penggunaan wadah reusable dapat menghemat anggaran masjid tiap tahun untuk belanja wadah sekali pakai. Sebuah ikhtiar menjaga lingkungan dengan mengurangi timbulan sampah pada momen hari raya qurban dan dapat diduplikasi oleh umat muslim lainnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Istiqamah Pasca Ramadhan Oleh: Moh In'ami (Dosen UIN Sunan Kudus, Anggota PDM Kudus) Ramadhan tela....

Suara Muhammadiyah

30 March 2026

Wawasan

Meningkatkan Kualitas Takwa Melalui Membaca Al-Qur'an Oleh: Ahsan Jamet Hamidi – Ketua PRM Le....

Suara Muhammadiyah

16 March 2025

Wawasan

Hati-Hati dengan Hati, Ketika Hati Terjangkit Hasad, Iri, dengki dan Riya’ (1) Oleh: Ika Sof....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025

Wawasan

Revolusi Batin di Tengah Dunia yang Bising Oleh: Nashrul Mu'minin Dalam kehidupan modern yang pe....

Suara Muhammadiyah

28 March 2026

Wawasan

Pengendalian Nafsu Amarah Oleh: Mohammad Fakhrudin Pengendalian nafsu dalam arti seluas-luasnya da....

Suara Muhammadiyah

13 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah