YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Percepatan transformasi digital kerap diiringi dengan menurunnya tingkat kepercayaan sosial. Hal ini tercermin dari pangsa pasar (market share) perbankan syariah di Indonesia yang masih berada di kisaran 7 persen. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem perbankan syariah yang berkelanjutan.
Dalam gelaran BSI MU Fest 2026 yang digelar perdana oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Sabtu (14/2) di Sportorium UMY, Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, menekankan bahwa sinergi antara kampus dan industri syariah perlu diarahkan tidak hanya pada aspek bisnis. Ia menyampaikan bahwa penguatan nilai dalam inovasi serta dampak sosial bagi generasi muda menjadi hal yang krusial.
Arief yang mengisi sesi inspirational speech menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri syariah merupakan langkah strategis untuk menghadapi era yang bergerak cepat namun rentan. Menurutnya, tantangan modern menuntut sinergi lintas sektor agar nilai kepercayaan, integritas, dan inovasi dapat berjalan beriringan.
“Kita hidup di era yang cepat tetapi rapuh. Dipaksa berinovasi dan bergerak cepat, tetapi kepercayaan sangat mudah runtuh. Ini memerlukan kolaborasi yang mampu menggabungkan inovasi dan nilai-nilai integritas,” ujar Arief.
Karena itu, ia menjadikan kerja sama antara BSI dan UMY sebagai wadah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis kepercayaan. Kerja sama tersebut tidak semata-mata berfokus pada aspek bisnis, melainkan juga membangun ekosistem sosial dan spiritual yang lebih luas.
Ia juga menilai bahwa semangat pembaruan yang diajarkan oleh Muhammadiyah relevan dengan kebutuhan zaman, terutama dalam mendorong pendidikan dan pembangunan manusia. Kesamaan visi inilah yang, menurut Arief, mendorong BSI untuk aktif memperkuat kolaborasi dengan kampus guna menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
“Kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan industri perbankan syariah menjadi penting untuk memperluas ruang pembelajaran mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi kampus dalam pembangunan masyarakat. Melalui berbagai agenda edukatif dalam BSI MU Fest, upaya konkret membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif akan semakin nyata,” imbuhnya.
Ke depan, kolaborasi riset, edukasi, hingga pengembangan ekosistem ekonomi akan menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing bangsa di tengah dinamika perubahan global. (ID)

