Alah Bisa Karena Biasa, Meniti Takwa Lewat Puasa

Suara Muhammadiyah

18 February 2026

815
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Datangnya bulan Ramadhan, niscaya disambut dengan penuh kegembiraan dan sukacita. Tentu, tidak dapat dinafikan peran sentral otoritas semesta yang mengatur sedemikian rupa, sehingga bisa bersua dengan bulan mulia itu.

Sudah barang tentu, sebelum datang Ramadhan, niscaya umat Islam mempersiapkan diri (prepare) dengan sebaik-baiknya. Yang hal itu amatlah penting sekali. "Supaya bisa mengisi Ramadhan dengan baik," kata Syukriyanto AR.

Dengan satu tujuan utamanya: takwa. Bagi Dewan Pakar Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, secara kulit luarnya, kata takwa amat mudah diucapkan. Namun, dari sisi praktikumnya (ejawantah), begitu tidak mudah, dan bahkan amat berat sekali.

“Takwa itu melaksanakan perintah dan tidak melanggar larangan-larangan Allah,” tuturnya. Menekankan, takwa tidak hanya ditujukan di bulan Ramadhan saja, tetapi berlaku pada bulan-bulan yang lain. “Takwa itu di dalam hati (qalbu),” jelas Syukriyanto.

Di sambung Muchlas Abror dalam Bulan Ramadhan: Keistimewaan, Puasa, dan Tujuannya (1990), menyebut orang bertakwa disebut muttaqin. “Kita hendaklah bertakwa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa,” katanya. Yang tarik simpulnya, orang yang bertakwa itu sebagai manifestasi manusia yang baik hubungannya dengan Allah, dengan diri sendiri, dengan sesamanya, dan dengan alam lingkungannya.

“Manusia yang semacam itu adalah manusia yang beriman, berakhlak karimah, baik pula mu’amalahnya dan hidupnya semata-semata hanyalah untuk beribadah kepada Allah yang dilaksanakan dengan ikhlas,” tutur Muchlas.

Ditekankan sekali lagi oleh Muchlas, Allah memberikan jaminan orang bertakwa. Yaitu berupa berkah yang melimpah dan rahmah yang tercurah.

“Marilah kita jalani ibadah puasa Ramadhan dengan penuh iman dan keikhlasan serta kesungguhan supaya kita bertakwa,” ajak Muchlas, seraya menggarisbawahi, takwa menjadi tujuan prioritas di bulan Ramadhan. “Takwa inilah yang menjadi tujuan utama kita berpuasa,” tukasnya.

Meski berat dituju, namun, pelan tapi pasti, sedikit dan bertahap, takwa pasti bisa digapai. Di sinilah, para peserta puasa mesti optimis bahwa, ritus puasa yang dijalankan, mampu mengantarkan diri mendapatkan cahaya takwa. Yang dari situ kemudian, kehidupan tampil menjadi bermakna dan berwarna. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Alam menyimpan banyak pelajaran yang dapat membantu manusia memahami k....

Suara Muhammadiyah

9 October 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah memiliki modal sosial yang sangat kuat berupa kepercayaan....

Suara Muhammadiyah

5 September 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Universitas Muhammadiyah (UM)....

Suara Muhammadiyah

19 January 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Upacara Wisuda Sa....

Suara Muhammadiyah

27 September 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhamamdiyah - SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan, Pekalongan, memiliki nahkoda baru un....

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah