Bukan Sekadar Sidang Tahunan, Tanwir Muhammadiyah Sejak 1932 Menjadi Forum Pencerahan

Suara Muhammadiyah

6 August 2026

92
Dr KH Tafsir, MAg. Foto: Cris

Dr KH Tafsir, MAg. Foto: Cris

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Istilah Tanwir amat melekat di tubuh Muhammadiyah. Dari katanya, Tafsir menguraikan berasal dari akar kata nawwara-yunawwiru-tanwiran, yang dimkanai sebagai: pencerahan, penyinaran, penerangan.

"Tanwir tidak sekadar hal-hal yang bersifat teknis administratif menghasilkan calon. Tapi ada pencerahan-pencerahan yang dibangun di forum itu," tegas Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah tersebut.

Lebih dari itu, Tanwir di Muhammadiyah yang mulai muncul dan resmi digunakan sejak tahun 1932--dulu Madjlis Tanwir, sebagai salah satu hasil Kepoetoesan Conferentie Consul Hoofdbestuur Moehammadijah Hindia-Timoer di Djokjakarta (19-22 November 1932)--ini berbeda dengan kegiatan yang berlangsung di pelbagai organisasi lainnya.

"Jadi bukan sekedar munas gitu ya, bukan sekedar sidang tahunan. Ini sidang tahunan kita, namanya Tanwir," terangnya, Kamis (6/8) saat hadir di pembukaan Tanwir ke-3 Nasyiatul Aisyiyah di Puri Nalendra Ballroom Hotel Lor In Syariah, Adi Sucipto, Surakarta, Jawa Tengah.

Hal galib dari Implementasi Tanwir itu mencakup sub-bagian yang tersistematisasi dengan cakupan muatannya laporan Pimpinan Pusat, masalah yang oleh Muktamar atau menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga diserahkan kepada Tanwir.

Selain itu, juga masalah seperti apa di lapangan kemudian yang akan dibahas dalam Muktamar sebagai pembicaraan pendahuluan, masalah mendesak yang tidak dapat ditangguhkan sampai berlangsungnya Muktamar, serta usul-usul.

"Jadi luar biasa Muhammadiyah. Sidang tahunan kita tidak semata-mata persoalan organisme organisasi, tapi bangun nilai-nilai pencerahan bagi internal maupun eksternal," tekan Tafsir.

Itulah pokok pangkal dari Tanwir. Dengan begitu, Tafsir mendorong agar Tanwir ke-3 Nasyiatul Aisyiyah ini tetap mengedepankan kepentingan kemaslahatan dengan mengintegrasikan substansi dari kata Tanwir itu sendiri.

"Benar-benar menyinari, sangat menyinari. Mudah-mudahan kita tidak sekedar kumpul untuk hal-hal yang bersifat mekanisme organisasi, suatu yang hanya bersifat mekanistik, tapi juga yang bersifat interpretatif dan pencerahan," pungkasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Sumat....

Suara Muhammadiyah

19 March 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - MTs Muhammadiyah Kasihan menyelenggarakan acara wisuda purnawiyata yang....

Suara Muhammadiyah

8 June 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prestasi gemilang kembali diraih oleh Kontingen SD Muhammadiyah 24 Jak....

Suara Muhammadiyah

15 March 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-113, Pimpinan Ranting....

Suara Muhammadiyah

24 November 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah akan menggelar Jam....

Suara Muhammadiyah

20 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah