Cabang, Ranting, dan Masjid sebagai Episentrum Pergerakan Dakwah Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
212
H Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog

H Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - Sampai hari ini, Muhammadiyah terus bertumbuh amal usahanya, meskipun usianya telah melampaui 1 abad lamanya. "Kita bersyukur Muhammadiyah dikasih usia panjang," kata Muhammad Jamaluddin Ahmad. 

Yang sebutnya, terus mengalami pertambahan amal usahanya. "Terus bertambah program-program kegiatannya. Maka kita syukuri bersama," sambung Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

"Karena Allah masih sayang kepada Muhammadiyah," tambahnya. Itu semua berlatarbelakang dengan orientasi Muhammadiyah yang sangat adiluhung: menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Di samping itu, masih banyak orang Muhammadiyah yang ikhlas. Juga, masih ada orang Muhammadiyah yang amanah. "Mayoritas amanah," celetuknya saat Silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi, Ahad (11/1) di SMK Muhammadiyah 1 Genteng, Dusun Krajan, Genteng Wetan, Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur.

Tidak kalah pentingnya, masih banyak orang yang berjuang di Muhammadiyah. "Kalau semakin sedikit orang yang berjuang di Muhammadiyah, maka Muhammadiyah akan tutup," beber Jamal, yang sekaligus mengakumulasi dari ketiga variabel tersebut.

Penegasan Jamal lagi, perjuangan itu dikontekstualisasikan untuk cabang ranting dan masjid. Diakuinya, ketiga hal ini memegang peranan penting di Muhammadiyah. "Sebagai sebuah gerakan, pusat Muhammadiyah bukan di kantor PP, pusatnya di cabang ranting dan masjid," tegasnya. Dan perjuangan terbesar saat ini bagaimana mengupayakan untuk menghidupkan ketiga hal tersebut.

"Kita boleh bangga punya perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah. Tapi jangan kita harus bangga kalau kita punya cabang ranting dan masjid yang maju dan makmur," jelasnya.

Dan terpenting dari itu semua, sudah semestinya dilakukan konstruksi masjid Muhammadiyah dirancang sebagai masjid yang makmur. Karena tegas Jamal, masjid meniscayakan embrionya Muhammadiyah.

"Maka, mari kita kembali menomorsatukan masjid. Insyaallah kalau masjid-masjid Muhammadiyah makmur, Muhammadiyah akan dimakmurkan oleh Allah," ajaknya, serta untuk generasi muda untuk terlibat dalam misi peradaban ini.

"Berdasarkan data kami (LPCRPM), hampir tidak ada anak muda AMM yang shalat di masjid. Terus mereka shalatnya di mana? Maka saya ajak dengan deklarasi gerakan kembali ke masjid, gerakan memakmurkan masjid,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri semakin diperkuat melal....

Suara Muhammadiyah

27 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dalam momen puncak Milad ke-113 Muhammadiyah di Universitas Muha....

Suara Muhammadiyah

21 November 2025

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) sebagai penerima hibah penelitian terbanyak kedua ....

Suara Muhammadiyah

25 June 2025

Berita

MOJOKERTO, Suara Muhammadiyah – Udara sejuk Pacet menjadi saksi semangat luar biasa 45 peserta....

Suara Muhammadiyah

31 May 2025

Berita

LAMPUNG TIMUR, Suara Muhammadiyah - MI Muhammadiyah Pekalongan, menyelenggarakan acara Gelar Karya P....

Suara Muhammadiyah

9 December 2024