PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Tim Pengabdian Masyarakat yang merupakan kolaborasi lintas keilmuan Program Studi Pendidikan Informatika dan Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengadakan kegiatan Launching Telemedicine dalam penguatan edukasi gizi dan nutrisi bagi Ibu hamil dan menyusui untuk pencegahan stunting. Launching ini dilaksanakan di Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Sidomulyo Timur, pada Senin (7/03/2025).
Kegiatan ini didukung oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini, dikoordinir oleh Dr Vitriani MKom bersama Tim Ns Silvia Elki Putri MKep SKep K dan Willyansah SKom MPd T dan didukung tim mahasiswa yaitu Wenny Oktavia Agus dan Fevi Nursanjaya Pratiwi.
Tampak juga hadir dalam kegiatan itu, Ketua Kader Kesehatan Posyandu Sidomulyo Timur, Roya Tanjung beserta anggota, Ketua RT, ibu menyusui, ibu dengan balita, dan 30 ibu hamil, beserta remaja yang ada di Kelurahan Sidomulyo Timur-Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Koordinator kegiatan Dr Vitriani MKom, menyampaikan bahwa Telemedicine yang digunakan sebagai langkah strategis meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan tentang pencegahan stunting dan pemantauan status nutrisi ibu hamil dan anak.
“Stunting menjadi masalah kesehatan yang memerlukan penanganan lintas sektoral dan lintas program. Pencegahan stunting dimulai kehamilan. Pasangan baru menikah penting mendapatkan informasi tentang nutrisi selama hamil dan menyusui,” jelas Dr Vitriani.
Di samping itu, Willyansah SKom MPd T menambahkan, bahwa Telemedicine yang dibuat untuk kader kesehatan posyandu. "Zaman sekarang serba digitalisasi sehingga kader kesehatan juga melakukan penginputan data secara online," ujarnya.
Mengawali kegiatan Launching Telemedicine ini, dilakukan penjelasan penggunaan Telemedicine mulai dari tampilan, konten, register user, login, dan hal-hal lainnya yang terdapat dalam Website aplikasi tersebut.
Salah satu peserta yaitu ibu dengan balita 7 bulan juga berujar bahwa melalui kegiatan ini Ia bersama ibu lainnya dapat mengetahui jenis-jenis dan contoh makanan bernutrisi sebagai MP-ASI, cara pengolahan menu, dan pentingnya pemantauan anak ke posyandu.
"Melalui kegiatan ini, saya bersama ibu-ibu lainnya dapat mengetahui dengan lebih jelas jenis-jenis makanan yang bernutrisi yang dapat diberikan sebagai MP-ASI, cara yang benar dalam mengolah menu makanan tersebut, serta betapa pentingnya pemantauan perkembangan anak secara rutin ke posyandu untuk memastikan status kesehatannya," ujarnya. (Rls.)