Cinta Rasulullah Tak Cukup dengan Pengakuan, Harus Terwujud dalam Laku Kehidupan

Suara Muhammadiyah

22 August 2026

139
dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Nabi Muhammad Saw merupakan sosok yang sangat mulia dan telah memberikan suluh keteladanan kepada umat manusia sejagat. Tak ayal, bila banyak menaruh atensi khusus dengan mengekspresikan kecintaan kepadanya.

 “Apakah kita cinta Rasul? Tanya Agus Taufiqurrahman. Jawaban di permukaan kentara, amat dan sangat mencintai. Bukti konkretnya apa? “Kami sering membaca selawat,” ujar Agus.

Demikian tidaklah keliru, sebab telah menjadi bagian instrumen Al-Qur’an. “Membaca selawat perintah Al-Qur’an,” tambahnya. Bahkan, disebut Agus, selawat dapat menghubungkan hati dengan Rasul. “Maka kita berselawat, berselawat dengan baik,” tuturnya.

Yang jadi soalan kemudian, sudah berselawat, tetapi menampilkan laku yang devian di kehidupan. Di sinilah perlu atensi secara saksama dalam pengejawantahan di lapangan.

“Sungguh aneh ketika kita membaca selawat, tetapi cara yang kita pakai tidak seperti yang diajarkan oleh Rasul,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut, Jumat (21/8) dalam Pengajian Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Islamic Center UAD Kampus 4 Yogyakarta.

Di samping itu, gemar mempelajari sirah Nabi yang merangkum catatan komprehensif perjalanan hidupnya dari sebelum kelahiran, masa kecil, masa dewasa, hingga wafatnya.

“Semakin mengenal, semakin cinta,” ucapnya, menambahkan lagi variabel berikutnya, mengikuti dan mengamalkan sunah-sunah yang diteladankannya.

“Itulah bukti nyata cinta kita kepada Rasulullah Saw,” kata Agus.

Dalam tilikan kesehatan, tak dimungkiri, banyak keteladanan yang bisa diserap yakni pertama, aktif bergerak. Sepanjang hidupnya, kata Agus, Nabi Muhammad Saw aktif bergerak dalam berdakwah. “Perbanyak aktif bergerak setiap hari. Tubuh bergerak, hidup jadi berkah,” ujarnya.

Kedua, makan seimbang. Diakui saat ini makan seimbang menjadi persoalan serius. “Kurang albumin (protein utama yang diproduksi oleh organ hati dan ditemukan dalam plasma darah), sekarang sakitnya over nutrisi,” beber Agus. Karena itu, kemampuan mengendalikan diri dalam memenuhi kebutuhan biologis menjadi penting agar tidak memicu berbagai penyakit.

Ketiga, tidur dan istirahat. Fenomena begadang sampai larut malam menjadi tren saat ini. Aktivitas itu tidak baik bila dilakukan terus-menerus. “Tidur yang cukup adalah kunci pemulihan tubuh dan dan pikiran,” tegasnya. Tidur bukan sekadar istirahat. “Di situ memberi kesempatan tubuh membangun seluruh hal-hal yang harus diperbaiki,” terangnya.

Keempat, berpuasa. Puasa menyehatkan badan, membersihkan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Allah. “Jaga sehat agar kuat ibadah, produktif bekerja, dan bermanfaat bagi sesama,” sebut Agus.

Bagi Agus, meneladani Rasulullah Saw tidak hanya diwujudkan melalui pengakuan cinta. Lebih dari itu, kecintaan tersebut harus teraktualisasi dalam perilaku nyata, terlebih dalam menjaga diri agar tetap sehat. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabuaten Cilacap menyelenggara....

Suara Muhammadiyah

26 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Memperingati Milad ke-95, Nasyiatul Aisyiyah menggelar Semina....

Suara Muhammadiyah

16 May 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘A....

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ilmu Budaya dan Komunikasi (FIBK) Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

7 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Keluarga bagi Nasyiatul Aisyiyah merupakan lambang kesatuan gerak d....

Suara Muhammadiyah

27 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah