Dahlan Rais Tegaskan Semangat Berkemajuan sebagai Napas Dakwah Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

1359
Dahlan Rais

Dahlan Rais

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – “Muhammadiyah ini sudah pada jalur yang benar. Puluhan tahun saya dengar itu (we are on the right track). Ya, waktu dulu ber-IPM dan ber-IMM,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahlan Rais saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Sabtu (21/12) di Hotel Syariah Surakarta, Jawa Tengah.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi kiprah strategis Muhammadiyah terutama pada dua bidang yaitu pendidikan dan kesehatan. Dahlan menekankan pentingnya konsistensi Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya semangat “Berkemajuan” adalah inti dari perjalanan panjang Muhammadiyah selama lebih dari seabad. Berkemajuan bukanlah istilah yang baru. Istilah ini sudah ada selama satu abad sejak Muhammadiyah berdiri. 

“Rumusan Muhammadiyah itu pernah berbunyi menyebarluaskan ajaran Islam yang berkemajuan,” jelas Dahlan.

Muhammadiyah telah memiliki banyak lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi. Akan tetapi dengan jumlah yang banyak ini, menurutnya perlu diimbangi dengan tingkatan kualitasnya.

“Dari jumlah saya kira kita boleh berbangga, tapi dari segi kualitas kita memang harus terus berusaha untuk lebih baik lagi,” ujarnya.

Jika dibaca ulang, tambah Dahlan, pendiri dan pimpinan awal Muhammadiyah itu luar biasa. Mereka adalah orang orang reformis dan futuris yang sudah berbicara pendidikan sejak awal perkembangannya.

“Persoalan yang on the right track itu memang menjadi tanggung jawab bersama di samping jumlah yang banyak pastilah harus yang berkualitas,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, Muhammadiyah Jawa Tengah telah memiliki 54 rumah sakit. Meski demikian Dahlan mengingatkan bahwa kompetisi ke depan semakin ketat. “Dan kita memang harus berpikir jauh ke depan lagi,” tegasnya.

Selain kesehatan dan pendidikan, Dahlan juga menyoroti masalah ekonomi sebagai penopang kedua bidang tersebut.

Di sinilah diperlukan pemimpin etikal, efektif, dan memberdayakan. Pemimpin yang etikal, menurutnya, adalah mereka yang menjunjung tinggi nilai moral, memberikan keteladanan, dan memahami tanggung jawab sebagai pemimpin. “Pemimpin harus menjadi uswah hasanah, teladan yang baik,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung pentingnya pemimpin yang efektif dalam mengelola administrasi dan organisasi. Namun, lebih dari itu, perubahan perilaku (change) menjadi aspek penting dalam mengukur keberhasilan kepemimpinan. “Perubahan perilaku adalah hal yang tidak dapat diabaikan dalam gerakan dakwah Muhammadiyah,” jelasnya.

Terakhir, Dahlan mengajak seluruh peserta Musyawarah Pimpinan Wilayah untuk terus menjaga semangat berkemajuan yang telah menjadi identitas Muhammadiyah. “Marilah kita terus memelihara prinsip-prinsip berkemajuan ini,” pungkasnya. (Jan/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangkaian Pengajian Tahun Baru 1447 Hijriah, Pesantren Modern Muh....

Suara Muhammadiyah

12 July 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) kembali menorehkan ....

Suara Muhammadiyah

9 October 2025

Berita

PANDEGLANG, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa, dosen, dan jajaran pimpinan Fakultas Ilmu Keperawatan Un....

Suara Muhammadiyah

19 June 2024

Berita

Kolaborasi Kampus dan Ranting ‘Aisyiyah dalam Pengelolaan Administrasi Keuangan YOGYAKARTA, S....

Suara Muhammadiyah

28 June 2025

Berita

BALIKPAPAN, Suara Muhammadiyah - Setelah sebulan lamanya kita berpuasa Ramadhan, sekarang tibalah sa....

Suara Muhammadiyah

12 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah