Deep Learning: Mengimplementasikan Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna dan Menggembirakan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
633
Sosialisasi Pembelajaran Mendalam, Deep Learning kerjasama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dengan Suara Muhammadiyah di SM Tower Malioboro (29/8).

Sosialisasi Pembelajaran Mendalam, Deep Learning kerjasama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dengan Suara Muhammadiyah di SM Tower Malioboro (29/8).

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Seperti yang disalahpahami banyak orang. Ini bukan kurikulum, tapi sebuah pendekatan pembelajaran. Deep Learning yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI di bawah komando Abdul Mu'ti merupakan ikhtiar bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dan komprehensif bagi generasi baru. Berbeda dengan kondisi dan situasi kehidupan yang dihadapi generasi lama, generasi baru hidup dalam kepungan perangkat internet yang telah merevolusi banyak bidang kehidupan. 

Menanggapi situasi tersebut, Anang Ristanto mengatakan bahwa generasi sekarang membutuhkan pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan realitas kehidupan yang mereka alami. 

"Generasi saat ini membutuhkan pembelajaran mendalam. Pembelajaran yang berfokus kepada siswa untuk mengembangkan dirinya," ujarnya. 

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen RI itu pun menjelaskan perlunya bagi seluruh pihak untuk bergandengan tangan dan berjalan bersama untuk mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara nasional. 

"Ini menjadi komitmen nyata pemerintah terkait bagaimana anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan belajar yang adil dan berkualitas," tegasnya. 

Arif Jamali Muis mengatakan, pendidikan bermutu untuk semua menjadi komitmen Kemendikdasmen untuk menghadapi perubahan yang sangat cepat. Ia menyampaikan alasannya mengapa pendekatan Deep Learning menjadi sangat relevan bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Karena pendekatan ini menuntut setiap guru bersikap adaptif dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas. 

"Problem pendidikan kita hari bukan berada di kurikulum. Kebijakan Kemendikdasmen bukan untuk mengubah kurikulum. Tapi bagaimana mendorong guru untuk beradaptasi dengan pembelajaran yang relevan melalui deep learning," tegasnya di SM Tower Malioboro Yogyakarta (29/8). 

Inti dari pembelajaran mendalam menurutnya mencakup tiga hal krusial. Pertama, berkesadaran. Bagaimana membuat murid sadar bahwa dirinya berada di dalam kelas untuk belajar. Kedua, bermakna. Bagaimana membuat materi yang disampaikan relevan bagi murid. Sehingga murid tidak melulu dipaksa untuk menghafalkan rumus yang seringkali mengaburkan esensi dari pembelajaran. 

Ketiga, menggembirakan. Pembelajaran di kelas diharapkan dapat membuat siswa merasa gembira dan dapat menstimulasi siswa senang belajar. "Kita hal inilah yang kita harapkan dari pembelajaran mendalam agar belajar tidak terlepas dari realitas kehidupan," ujarnya. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Menyambut Milad ke-1 tahun Pengajian Ahad Pagi, Pimpinan Cabang Muhamma....

Suara Muhammadiyah

6 January 2025

Berita

Pengukuhan UPP PDM-BPP PDA, dan PCM-PCA se-Kabupaten Jepara JEPARA, Suara Muhammadiyah - Berlangsun....

Suara Muhammadiyah

1 October 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung secara resmi menandatangan....

Suara Muhammadiyah

29 August 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menguatkan akar rumput mitra usaha di daerah, Suara Muha....

Suara Muhammadiyah

24 September 2023

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Pada tanggal 27 hingga 29 Oktober 2023, Rakernas Majelis Pendayaguna....

Suara Muhammadiyah

29 October 2023