Deep Learning: Mengimplementasikan Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna dan Menggembirakan

Suara Muhammadiyah

29 August 2025

1395
Sosialisasi Pembelajaran Mendalam, Deep Learning kerjasama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dengan Suara Muhammadiyah di SM Tower Malioboro (29/8).

Sosialisasi Pembelajaran Mendalam, Deep Learning kerjasama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dengan Suara Muhammadiyah di SM Tower Malioboro (29/8).

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Seperti yang disalahpahami banyak orang. Ini bukan kurikulum, tapi sebuah pendekatan pembelajaran. Deep Learning yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI di bawah komando Abdul Mu'ti merupakan ikhtiar bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dan komprehensif bagi generasi baru. Berbeda dengan kondisi dan situasi kehidupan yang dihadapi generasi lama, generasi baru hidup dalam kepungan perangkat internet yang telah merevolusi banyak bidang kehidupan. 

Menanggapi situasi tersebut, Anang Ristanto mengatakan bahwa generasi sekarang membutuhkan pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan realitas kehidupan yang mereka alami. 

"Generasi saat ini membutuhkan pembelajaran mendalam. Pembelajaran yang berfokus kepada siswa untuk mengembangkan dirinya," ujarnya. 

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen RI itu pun menjelaskan perlunya bagi seluruh pihak untuk bergandengan tangan dan berjalan bersama untuk mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara nasional. 

"Ini menjadi komitmen nyata pemerintah terkait bagaimana anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan belajar yang adil dan berkualitas," tegasnya. 

Arif Jamali Muis mengatakan, pendidikan bermutu untuk semua menjadi komitmen Kemendikdasmen untuk menghadapi perubahan yang sangat cepat. Ia menyampaikan alasannya mengapa pendekatan Deep Learning menjadi sangat relevan bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Karena pendekatan ini menuntut setiap guru bersikap adaptif dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas. 

"Problem pendidikan kita hari bukan berada di kurikulum. Kebijakan Kemendikdasmen bukan untuk mengubah kurikulum. Tapi bagaimana mendorong guru untuk beradaptasi dengan pembelajaran yang relevan melalui deep learning," tegasnya di SM Tower Malioboro Yogyakarta (29/8). 

Inti dari pembelajaran mendalam menurutnya mencakup tiga hal krusial. Pertama, berkesadaran. Bagaimana membuat murid sadar bahwa dirinya berada di dalam kelas untuk belajar. Kedua, bermakna. Bagaimana membuat materi yang disampaikan relevan bagi murid. Sehingga murid tidak melulu dipaksa untuk menghafalkan rumus yang seringkali mengaburkan esensi dari pembelajaran. 

Ketiga, menggembirakan. Pembelajaran di kelas diharapkan dapat membuat siswa merasa gembira dan dapat menstimulasi siswa senang belajar. "Kita hal inilah yang kita harapkan dari pembelajaran mendalam agar belajar tidak terlepas dari realitas kehidupan," ujarnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wujudkan penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), r....

Suara Muhammadiyah

13 December 2023

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - Dalam upaya penguatan dakwah untuk perluasan dakwah berkemajuan, PW &ls....

Suara Muhammadiyah

5 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ex-DAD Pimpinan Komisariat FDK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengad....

Suara Muhammadiyah

11 November 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa program studi Teknik Informatika (TI) Fakultas Teknik ....

Suara Muhammadiyah

20 November 2025

Berita

GALUR, KULON PROGO – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) ....

Suara Muhammadiyah

23 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah