YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Libur Idul Fitri 1447 H segera berakhir. Para pemudik bersiap kembali bekerja menuju tempatnya masing-masing.
Karena itu, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) merancang program "Balik Kerja Bareng BPKH 2026".
Program ini, kata Julistyowati, Anggota Badan Pelaksana BPKH, sudah berlangsung selama 4 kali.
"Yang kami bikin setiap habis lebaran," katanya, Senin (23/3) saat pelepasan peserta di Balaikota Yogyakarta.
Program ini, lanjutnya, untuk memberikan fasilitas dan kemudahan bagi masyarakat yang sifatnya gratis.
"Kita siapkan kausnya, kita siapkan makanannya, snack-nya, dan suvenir, pokoknya semua," tambahnya.
Para peserta yang mengikuti program ini jumlahnya melampaui. Data yang dipaparkan Julistyowati, ada 11.0000 peserta yang mengikuti program ini. "Tapi, kita hanya bisa menerima 2.700," ucapnya.
Dengan jumlah bus sebanyak 15, yang mengantarkan ke Bekasi, Tangerang, dan Jakarta. Hal ini menunjukkan tingkat pendaftaran mencapai lebih dari 400% dari kapasitas yang tersedia.
"Luar biasa antusiasme untuk warga Jogja. Dulu awalnya cuma 5 bus, kemudian 10 bus, sekarang sudah 15 bus. Kita siapkan semuanya sehingga mereka tetap happy dan bisa semangat kembali kerja ke Jakarta," bebernya.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Yogyakarta dan Rumah Zakat sebagai Mitra Kemaslahatan atas sinergi yang terjalin. Mengharapkan, agar program ini dapat mengurangi beban biaya transportasi pasca-lebaran.
"Juga, memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pekerja untuk kembali berkarya di perantauan," imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mengapresiasi dan mendukung sekali program ini.
"Sangat baik, membantu sekali," ujarnya, seraya berpesan agar semangat kembali melakukan aktivitas pasca libur Idul Fitri.
"Dan insyaallah kita ke depan juga akan mendukung, mendorong lagi (program ini berjalan lagi). Kita Komisi VIII sangat mengapresiasi dan mendukung program Balik Kerja dari BPKH ini," tuturnya.
CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha sangat senang mendapat amanah sebagai mitra kemaslahatan, yaitu adalah ditunjuk untuk menjalankan program-program kemaslahatan dari BPKH. Program kemaslahatan ini dibiayai dari nilai manfaat Dana Abadi Umat.
"Tugas kami adalah mengimplementasikan mulai dari melakukan perencanaan, survei, mengusulkan programnya, sampai kepada implementasi dan pelaporan, agar program dari kemaslahatan ini akuntabel, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Penjabat Sekda Yogyakarta Dedi Budiono mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPKH yang telah menyelenggarakan program ini di Balai Kota.
Menurutnya, ini merupakan sebuah acara yang saya kira sangat membantu masyarakat, khususnya masyarakat yang ingin balik ke tempat kerja setelah sebelumnya mudik
"Mudah-mudahan tahun yang akan datang tetap dilaksanakan dengan jumlah bus yang lebih banyak," bebernya.
Dedi berpesan, kepada para pemudik mengucapkan selamat jalan. Dengan penuh harap, selama perjalanan dilancarkan selamat sampai tujuan.
"Mudah-mudahan semua dilancarkan, dimudahkan dan bisa kembali ke tempat tinggal di perantauan dengan selamat dan kemudian sukses di pekerjaannya masing-masing," tandasnya. (Cris)
