Dosen PIAUD UM Bandung Kembangkan Interactive Soundbook Kakawihan Barudak Sunda

Publish

5 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
206
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) melaksanakan diseminasi luaran hibah penelitian RisetMu 2025-2026 di TKIT Al-Fatwa, Jalan PLN Cigereleng Nomor 21, Kecamatan Regol, Kota Bandung, pada Senin (04/05/2026).

Kehadiran tim disambut hangat oleh Kepala Sekolah TKIT Al-Fatwa Wiwi Widianti yang menyampaikan apresiasi tinggi atas pengembangan media pembelajaran inovatif ini.

Penelitian bertajuk “Pengembangan Interactive Soundbook Kakawihan Barudak Sunda Sebagai Media Pembelajaran Anak Usia Dini” ini diketuai oleh Lilis Lismarina bersama tiga mahasiswa anggota yaitu Syifa Lailya Wigaswanda, Nabila Julianti R, dan Dinda Hanifah.

Interactive soundbook yang dikembangkan tim peneliti merupakan media buku anak inovatif. Buku ini dilengkapi fitur suara dan beragam sentuhan interaktif menarik seperti tarik-ulur, dorong,  pop-up, dan geser.

Produk ini dirancang untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Sunda melalui lima lagu kakawihan barudak (nyanyian anak-anak Sunda), yaitu Jaleuleu Ja, Kacang Panjang, Eundeuk-Eundeukan, Sur Sér, dan Endog-endogan. Setiap lagu divisualisasikan dengan ilustrasi gerakan permainan tradisional (kaulinan barudak) yang sesuai.

Antusiasme tinggi langsung terlihat dari para siswa TKIT Al-Fatwa saat soundbook diperkenalkan. Respons anak-anak sangat positif. Mereka tampak sangat tertarik dan berebut ingin memainkan sendiri fitur-fitur interaktif di dalamnya.

“Mereka sangat tertarik dan tidak sabar sampai rebutan ingin memainkan soundbook. Mereka tidak bosan mendengarkan lagu meski beberapa kali diputar dan digerakkan fitur geraknya,” ujar anggota tim peneliti, Nabila, sambil merekam reaksi spontan para siswa.

Apresiasi juga datang dari Eni, guru kelas, yang menilai kehadiran soundbook sangat relevan dengan kebutuhan pembelajarannya saat ini.

“Bagus banget, neng, bukunya. Kebetulan saya juga sedang mengikuti pelatihan kakawihan barudak untuk diajarkan kepada anak-anak. Hadirnya buku ini menambah referensi saya untuk belajar kakawihan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Lilis Lismarina menjelaskan bahwa riset ini merupakan wujud nyata upaya pengimplementasian etnopedagogi di lingkungan sekolah PAUD.

“Penelitian ini dilakukan sebagai upaya pengimplementasian etnopedagogi di lingkungan sekolah PAUD, sekaligus melestarikan budaya Sunda, khususnya kakawihan barudak, supaya tetap lestari,” jelasnya.

Dia juga menekankan bahwa pembelajaran berbasis budaya merupakan strategi pedagogis yang mengintegrasikan adat istiadat, nilai-nilai, seni, dan kearifan lokal ke dalam proses pendidikan.

Pendekatan ini, lanjut Lilis, menjadikan pembelajaran jadi lebih relevan, menarik, dan bermakna bagi anak usia dini. Melalui diseminasi ini, Lilis berharap interactive soundbook hasil kolaborasi dosen dan mahasiswa ini tidak hanya menjadi alat bantu belajar yang menyenangkan. Namun, juga menjadi jembatan pewarisan budaya Sunda kepada generasi penerus sejak dini.***


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

24 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Dalam semangat merawat nalar kritis dan membumikan peran maha....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan menghelat rapat ....

Suara Muhammadiyah

10 September 2023

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Yogyakarta mengad....

Suara Muhammadiyah

24 December 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Dua orang asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Pro....

Suara Muhammadiyah

19 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah