Ekoteologi Jadi Jembatan Kerukunan dan Pelestarian Lingkungan Lintas Iman

Suara Muhammadiyah

20 October 2026

89
Hening Parlan menyampaikan materi pada Workshop Generasi Muda Lintas Iman: Mewujudkan Keadilan Ekologi dan Sosial.

Hening Parlan menyampaikan materi pada Workshop Generasi Muda Lintas Iman: Mewujudkan Keadilan Ekologi dan Sosial.

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pelestarian lingkungan dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama. Gagasan ini dibahas dalam Sesi Tematik 3 bertajuk “Ekoteologi: Menggali Spirit Kerukunan dan Pelestarian Lingkungan Lintas Iman” pada hari ini, dalam rangkaian Workshop Generasi Muda Lintas Iman: Mewujudkan Keadilan Ekologi dan Sosial yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026. 

Sesi ini menghadirkan Ahmad Jojon Novandri, Tenaga Ahli Kementerian Agama, dan Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah sekaligus Ketua Lentera Hijau Indonesia. 

Ekoteologi menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab manusia dalam merawat alam. Melalui perspektif lintas iman, peserta diajak melihat nilai moral dan spiritual sebagai landasan untuk membangun gerakan lingkungan yang inklusif. 

Ahmad Jojon Novandri menekankan pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi lintas komunitas, lembaga, serta generasi untuk memperkuat upaya keberlanjutan. 

“Networking for Sustainability bukan sekadar membangun jaringan, melainkan memperkuat kolaborasi lintas komunitas, lembaga, dan generasi untuk menciptakan dampak keberlanjutan yang nyata bagi peradaban. Melalui kerja bersama, nilai-nilai keagamaan dapat menjadi landasan untuk merawat lingkungan sekaligus memperkuat kerukunan di tengah keberagaman,” ujar Ahmad. 

Menurutnya, kepercayaan di tengah komunitas dan nilai-nilai keagamaan dapat menjadi modal sosial untuk menggerakkan masyarakat dalam merespons persoalan ekologis. 

Senada dengan itu, Hening Parlan menegaskan bahwa komunitas keagamaan memiliki peran strategis dalam menghadapi krisis lingkungan melalui kepemimpinan moral dan aksi kolektif. 

“Komunitas beragama bukan sekadar pihak yang terdampak oleh krisis lingkungan. Mereka adalah penggerak perubahan yang membawa kepemimpinan moral, kepercayaan komunitas, nilai-nilai spiritual, dan aksi kolektif untuk melindungi rumah kita bersama, yaitu bumi,” ujar Hening. 

Ia menambahkan bahwa perjumpaan lintas iman dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun kepercayaan, memperkuat kerukunan, dan mengembangkan aksi nyata bagi lingkungan serta masyarakat. 

Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa merawat bumi merupakan tanggung jawab bersama yang melampaui batas keyakinan. Keberagaman iman dapat menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan mendorong inisiatif pelestarian lingkungan. 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Magister Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) men....

Suara Muhammadiyah

20 September 2024

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Masih dalam rangkaian Ramadan Ceria, Universitas Muhammadiyah Malang ....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Pengajian Bulanan ber....

Suara Muhammadiyah

17 January 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - “Bagaimana gambar membentuk cara kita melihat diri sendiri dan o....

Suara Muhammadiyah

23 May 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Pelataran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berubah m....

Suara Muhammadiyah

12 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah