PACITAN, Suara Muhammadiyah — SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pringkuku, Pacitan, terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kapasitas guru dan pengelolaan sekolah. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kunjungan silaturahmi Direktur MBS Al Mujahidin Wonosari, Gunungkidul, Agus Suroyo, Ahad (4/10).
Kunjungan tersebut menjadi momentum berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pendidikan berbasis boarding school. Pertemuan juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antarunit pendidikan Muhammadiyah sekaligus bertukar praktik baik dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Agus menekankan pentingnya pendampingan siswa secara intensif selama proses pembelajaran. Menurutnya, keberadaan guru tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mendampingi proses tumbuh dan berkembangnya peserta didik.
Ia menilai mutu pendidikan tidak cukup dibangun melalui kurikulum dan perangkat pembelajaran. Kesungguhan guru dalam hadir, mendampingi, serta memahami perkembangan siswa menjadi bagian penting dari proses membangun pendidikan yang berkualitas.
“Mutu pendidikan tidak hanya dibangun dari kurikulum, tetapi juga dari kehadiran dan kesungguhan guru dalam mendampingi setiap tumbuh kembang siswa,” kata Agus.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pacitan. Sekretaris PDM Pacitan, Ahmadi, hadir memberikan motivasi kepada jajaran sekolah agar terus menjaga semangat dalam menghadirkan pelayanan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat.
Menurut Ahmadi, penguatan kualitas pendidikan perlu menjadi perhatian bersama dalam mengembangkan amal usaha pendidikan Muhammadiyah. "Sekolah tidak hanya dituntut menjalankan proses pembelajaran, tetapi juga terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik dan masyarakat," tuturnya.
Kepala SMP MBS Pringkuku, Hadi Sovi’in menyampaikan, apresiasi atas kunjungan dan pembekalan yang diberikan. Ia menilai pengetahuan serta motivasi yang diperoleh menjadi bekal bagi sekolah dan para guru untuk terus melakukan pembenahan.
“Terima kasih atas ilmu dan motivasi yang diberikan kepada kami dan Bapak Ibu guru pengajar di MBS Pringkuku. Ini menjadi bekal berharga bagi kami untuk terus berbenah,” tutur Hadi.
Respons positif juga datang dari kalangan guru. Wahyu Rusita Indraswari, guru Bahasa Indonesia, mengaku senang memperoleh pencerahan secara langsung dari Agus Suroyo sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut.
Guru PAI SMP MBS Pringkuku, Ulya Nur Izzatun Ni’mah menilai materi yang disampaikan memiliki relevansi dengan praktik pembelajaran di sekolah. “Ada contoh riil yang disampaikan oleh pemateri dalam mengajarkan Pendidikan Agama Islam secara langsung dan dapat dipraktekkan kepada murid, tentunya akan membawa dampak positif bagi siswa dan guru,” ujarnya.
Sementara, Guru Tahfiz SMP MBS Pringkuku, Anas Zaenuri, juga menyambut baik kegiatan tersebut. “Tentu ada banyak hal yang disampaikan pemateri dalam mendukung kegiatan Tahfiz di MBS Pringkuku,” katanya. (Ahyar)

