Enhancing Kader Muhammadiyah dalam Kiprah Kebangsaan

Suara Muhammadiyah

25 December 2023

1578
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Enhancing Kader Muhammadiyah dalam Kiprah Kebangsaan

Oleh: Achmad Hilal Madjdi, Wakil Ketua PDM Kudus

Dinamika kader Muhammadiyah secara personal tidak pernah bisa dipisahkan dari dinamika Persyarikatan itu sendiri. Secara etimologi profesi, bingkai kemuhammadiyahan kader diharapkan mewarnai kinerja dan karakter kader dalam menekuni profesinya masing-masing. Dalam konteks pergerakan, profesionalisme kader diharapkan bisa mewarnai tumbuh kembang persyarikatan dengan segala kekuatan, kelemahan, peluang-peluang dan tantangannya.

Tumbuh kembang persyarikatan, dengan demikian tidak akan pernah bisa diprogramkan tanpa mempertimbangkan dan melibatkan kader, baik dalam konteks kehidupan pribadinya maupun konteks aktivitasnya dalam persyarikatan. Dengan demikian, persyarikatan perlu mencermati dan mengkaji ulang regulasi-regulasi tentang profesi kader Muhammadiyah dalam hubungannya dengan dinamika persyarikatan.

Pemahaman sederhana tentang profesi merujuk pada suatu bidang pekerjaan yang membutuhkan keahlian atau keterampilan khusus. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terminologi profesi dijelaskan sebagai pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu. Dalam konteks KBBI, pendidikan keahlian yang dimaksud tentu tidak selalu pendidikan formal.

Merujuk pada pemahaman profesi sebagai suatu pekerjaan yang berkeahlian, maka bidang-bidang pekerjaan tentu mencakup semua bidang sosial, ekonomi, politik, budaya, dan hankam. Secara tekstual bisa disebut misalnya ASN, Pedagang, Seniman, Politisi, Pejabat Negara, Pejabat Publik, dan sebagainya. Maka semakin jelas bahwa profesi kader adalah profesi dalam semua lini kehidupan.

Tumbuh kembang Muhammadiyah (terutama) di level Pimpinan Ranting, tak bisa dipisahkan dari profesi kader mulai dari ASN sampai Politisi. Catatan tentang kontribusi kader bahkan selalu menjadi kebanggaan dalam narasi-narasi Pimpinan Persyarikatan di berbagai kesempatan.

Regulasi Yang Berkeadilan

Oleh karena itu sudah saatnya Persyarikatan memperlakukan kader-kadernya dalam profesinya masing-masing secara berkeadilan. Dalam paparan di atas, semua profesi tidak perlu mendapat perlakuan khusus, apalagi persepsi dan regulasi khusus.

Dalam konteks profesi dan profesionalisme, kader yang berprofesi dalam dunia politik misalnya, tentu recognisinya seharusnya sama dengan yang berprofesi sebagai ASN, Pedagang, Seniman dan sebagainya. Dampak dan implikasi dari semua profesi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara memang berbeda dalam konteks masing-masing profesi. Namun dalam konteks persyarikatan, setiap profesi memiliki kontribusi yang signifikan.

Oleh karena itu, perlu regulasi yang berkeadilan tentang kiprah kader dalam persyarikatan terkait dengan profesinya  sehingga aktivitas kader bisa semakin meningkat. Jika seorang kader sedang berproses menjadi atau menekuni profesi ASN, Pedangang, Pegawai Swasta dan lain-lainnya tidak harus cuti dari aktivitas persyarikatan, maka menurut Penulis kader yang berprofesi di dunia politik juga tidak perlu cuti dari aktivitasnya di Persyarikatan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Menguatkan Kembali Semangat Militansi dalam BerMuhammadiyah Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Arif, Guru....

Suara Muhammadiyah

9 January 2026

Wawasan

Hijrah Senja: Saat Lansia Tak Lagi Menua dalam Diam Oleh Agus Subeno 1 Muharram 1448 H datang memb....

Suara Muhammadiyah

16 June 2026

Wawasan

Membayangkan Muhammadiyah Oleh: Saidun Derani Membayangkan adalah membentuk gambaran mental  ....

Suara Muhammadiyah

25 October 2025

Wawasan

 Menata Ulang Kekerabatan Digital di Tahun yang Baru Oleh: Yulianti – Dosen & Peneli....

Suara Muhammadiyah

26 December 2025

Wawasan

Penguatan Ideologi Muhammadiyah di PTMA sebagai Fondasi Kemajuan Oleh: Dzar Al Banna, S.S., M.A., D....

Suara Muhammadiyah

12 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah