Evaluasi Diri dalam Hal Shalat

Suara Muhammadiyah

4 August 2026

200
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Evaluasi Diri dalam Hal Shalat
 
Oleh: Mohammad Fakhrudin
 
Umumnya setiap muslim dewasa sudah memahami bahwa mereka diwajibkan mengerjakan shalat lima waktu sehari semalam. Bahkan, tidak hanya itu. Perintah shalat sunah seperti rawatib, tahajud, dan duha pun sudah dipahaminya. 
 
Di antara mereka, bahkan, banyak yang memahami pula bahwa shalat merupakan amalan yang pertama dihisab pada hari kiamat. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berisi penjelasan bahwa jika shalat bagus, amalan yang lain bagus berikut ini telah dipahami juga. 
 
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا ، 
 
“Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya amal yang pertama kali yang dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Oleh karena itu, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah? maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian, begitu pula dengan seluruh amalnya.” 
 
Kalaupun tidak hafal lafalnya, di antara mereka banyak yang sering mendengar dan/atau membacanya sehingga memahami isinya. 
 
Perintah dan keutamaan shalat berjamaah di masjid sudah dipahami. Sampai pada keutamaan shalat pada awal waktu pun sudah dipahami. Namun, di antara mereka ada yang belum pernah mengevaluasi diri, baik kuantitas maupun kualitas shalatnya apakah makin meningkat, berjalan di tempat atau malah menurun.
 
Lebih dari itu, ancaman hukuman bagi orang yang tinggal di dekat masjid, tetapi malas shalat berjamaah di masjid, sudah didengar lewat pengajian, baik yang diikutinya secara bersemuka maupun melalui You-Tube dan/atau diketahui juga dengan membaca. Bahkan, pengajian di tempat yang jauh dari tempat tinggalnya sekalipun sering dihadirinya. 
 
Idealnya setiap muslim terkondisikan mengamalkan ilmu tentang shalat yang dimilikinya itu. Namun, di antara muslim ada yang dari waktu ke waktu tidak menunjukkan peningkatan kuantitas dan kualitas shalatnya secara signifikan. Apalagi mengevaluasi pengamalan shalat sunah, mengevaluasi pengamalan shalat wajib pun tidak pernah dilakukannya.
 
Pentingnya Evaluasi Diri
 
Kegiatan apa pun perlu dievaluasi taraf ketercapaiannya. Pengamalan shalat jelas memerlukan evaluasi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Tanpa dievaluasi, tidak dapat diketahui apakah dari segi kuantitas kita sudah mengamalkan shalat sebanyak yang disyariatkan dan dari segi kualitas apakah shalat yang kita kerjakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga berpengaruh-baik secara signifikan terhadap terbentuknya akhlakul karimah. 
 
Di dalam kenyataan ada bagian kecil muslim yang baru mengerjakan shalat dua kali dalam satu tahun, yaitu ‘Idain. Ada lagi di antara muslim yang sudah shalat lima kali sehari semalam, tetapi lebih sering dikerjakan tidak berjamaah dan itu pun dikerjakan di rumah, padahal rumahnya dekat dengan musala atau masjid. Tambahan lagi, di rumahnya ada lebih dari tiga orang anggota keluarga.
 
Dari sisi lain, shalat lima waktu itu sering terganggu oleh (1) barang (seperti kunci, dompet, atau uang) yang dicari sebelum shalat, tiba-tiba diingat tempatnya, (2) jalan keluar suatu masalah yang dihadapinya muncul, (3) ragu akan kran kamar mandi yang baru dipakai sudah dimatikan atau belum, atau (4) ragu akan kompor sudah dimatikan atau belum. 
 
Masih ada lagi. Kekhusyukan terganggu karena bacaan imam shalat tidak fasih. Mungkin masih ada lagi hal yang tiba-tiba muncul ketika shalat sehingga tidak khusyuk.
 
Shalat sunah sudah dikerjakan, tetapi baru tarawih dan ‘idain. Shalat rawatib dua rakaat sesudah shalat Isya belum dikerjakannya, padahal shalat tarawih dikerjakan di musala atau masjid. Lebih-lebih lagi, shalat iftitah sebelum tarawih.
 
Shalat wajib sudah dikerjakan di musala atau masjid, tetapi baru tiga waktu, yakni shalat Magrib, Isya, dan Subuh. Meskipun demikian, shalat rawatib belum dikerjakannya karena selalu terlambat datang, padahal shalat rawatib 12 rakaat disyariatkan sebagaimana dijelaskan di dalam HR Muslim berikut ini. 
 
عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ أُمِّ المُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشَرَةَ رَكْعَةً فِي يَومٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ». 
 
“Dari Ummu Habibah, Ummul Mukminin radiyallahu ‘anha, ia berkata, Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Barang siapa melakukan shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan sebuah rumah baginya di surga.” 
 
Adapun rakaat shalat rawatib tersebut secara rinci dijelaskan di dalam HR Tirmizi dan HR an-Nasai berikut ini.
 
وَلِلتِّرْمِذِي نَحْوُهُ، وَزَادَ: «أَربَعاً قَبلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ المَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ».
 
“Menurut riwayat at-Tirmizi ada hadis yang semisal dengannya dengan tambahan, Empat rakaat qabliah Duhur, dua rakaat bakdiah Duhur, dua rakaat bakdiah Magrib, dua rakaat bakdiah Isyak, dan dua rakaat qabliah Subuh.”  
 
Bagaimana halnya dengan tahajud? Shalat sunnah ini sangat jelas perintah dan pahalanya sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an surat al-Isra (17): 79
 
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا 
 
“Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
 
Sementara itu, di dalam HR al-Bukhari dan Muslim dijelaskan keutamaan tahajud sebagai berrikut.
 
إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَـةً، لاَ يُوَافِقُهَا رَجُـلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ. 
 
“Sesungguhnya, di dalam malam itu ada satu waktu, jika seorang muslim memohon kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat, niscaya Allah akan mengabulkannya. Dan itu berlaku setiap malam.” 
 
Meskipun sangat jelas perintahnya dan sangat tinggi keutamaannya baru bagian kecil muslim yang mengamalkannya. Di antara mereka, bahkan, ada yang mengerjakannya baru ketika sedang menghadapi masalah berat. 
 
Cara Mengevaluasi Diri
 
Untuk sekadar contoh mengevaluasi diri, kiranya kita dapat menggunakan daftar pertanyaan berikut ini. Kita sendiri yang mengisi dan untuk kita sendiri juga. Tentu saja kita dapat membuat yang lebih lengkap lagi.
 
Keterangan:
 
Nomor 1s.d.7 kita isi selalu jika kita selalu mengerjakannya, kecuali ada uzur syar’i misalnya sakit atau uzur lain yang diizinkan oleh syar’i.
 
Pernyataan  
 
1.Saya mengerjakan shalat wajib lima waktu berjamaah pada awal waktu di masjid/musala.
 
A. tidak.pernah
B.  kadang-kadang
C. sering
D. selalu
 
2.Saya mengerjakan shalat sunah dua rakaat sebelum shalat Subuh.
 
A. tidak pernah
B. kasang-kadang
C. sering
D. selalu 
 
3.Saya mengerjakan shalat sunah empat rakaat sebelum shalat Duhur.
 
A. tidak.pernah
B. kadang-kadang
C. sering
D. selalu
 
4. Saya mengerjakan shalat sunah dua rakaat sesudah shalat Duhur.
 
A. tidak pernah
B. kadang-kadang
C. sering
D. selalu
 
5.Saya mengerjakan shalat sunah dua rakaat sesudah shalat Magrib .
 
A. tidak pernah
B. kadang-kadang
C. sering
D. selalu
 
6.Saya mengerjakan shalat sunah dua rakaat sesudah shalat Isya.
 
A. tidak.pernah
B. kadang-kadang
C. sering
D. selalu
 
7.Saya berdoa dan berzikir pada waktu antara azan dan iqamat di masjid/musala.
 
A. tidak pernah
B. kadang-kadang
C. sering
D. selalu
 
8.Ketika shalat, saya teringat dosa yang telah saya lakukan.
 
A. tidak pernah
B. kasang-kadang
C. sering
D. selalu
 
9.Ketika shalat, saya teringat sesuatu yang saya cari.
 
A. tidak pernah
B. kadang-kadang
C. sering
D..selalu
 
10.Ketika shalat, saya merasa sedang menghadap Allah dan Allah melihat gerak-gerik saya dan mendengar ucapan saya.
 
A. tidak pernah
B. kadang-kadang
C. sering
D. selalu
 
Kejujuran dapat membantu kita mengetahui kuantitas dan kualitas kita dalam hal shalat. Sekali lagi, kita dapat membuat daftar pertanyaan yang lebih komprehensif.
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim!

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Partisipasi Perempuan Pada Pemilu 2024 Oleh: Amalia Irfani, LPPA PWA Kalbar  Riuh menyambut p....

Suara Muhammadiyah

31 December 2023

Wawasan

PC IMM Kota Makassar Sebagai Center of Excellence Oleh: Jusdi, Ketua Bidang Hukum & HAM PC IMM ....

Suara Muhammadiyah

24 September 2025

Wawasan

Efisiensi dan Keteladanan Melawan Patologi Birokrasi dengan Kemerdekaan dan Teladan Ditulis Oleh R....

Suara Muhammadiyah

28 February 2026

Wawasan

Memayu Hayuning Bawana di Tengah Pusaran Era Modern Oleh: Rumini Zulfikar (Gus Zul), Penasehat PRM ....

Suara Muhammadiyah

19 October 2025

Wawasan

Moderasi Beragama di Ruang Akademik Global: Refleksi dari Jepang dan Amerika Serikat Oleh: dr. Endi....

Suara Muhammadiyah

18 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah