Evolusi Ujian Zaman: Dari Ancaman Fisik Menuju Perang Informasi

Suara Muhammadiyah

22 May 2026

300

Evolusi Ujian Zaman: Dari Ancaman Fisik Menuju Perang Informasi

Oleh: Randi Syafutra, Dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Garis waktu sejarah kenabian memperlihatkan evolusi kebutuhan umat manusia yang sangat terstruktur. Pada era Nabi Nuh AS, ancaman terbesar umat manusia adalah seleksi alam dan kehancuran fisik. Mukjizat berupa pembuatan bahtera raksasa menjadi simbol bahwa kebutuhan tertinggi saat itu adalah penguasaan teknologi fisik murni untuk bertahan hidup.

Fase peradaban kemudian bergeser pada masa supremasi ilusi visual. Pada zaman Nabi Musa AS, masyarakat Mesir kuno sangat mendewakan sihir yang pada dasarnya merupakan manipulasi mata. Mukjizat tongkat Nabi Musa hadir membelah lautan dan menelan ular-ular buatan penyihir untuk menghancurkan ilusi tersebut dengan realitas yang mutlak. Kebutuhan umat berpusat pada pembebasan dari perbudakan fisik dan pembuktian kebenaran nyata.

Ketika peradaban berlanjut ke era Romawi dan Bani Israil, umat manusia mencapai kejayaan di bidang ilmu kedokteran dan pengobatan. Pencapaian ini melahirkan kesombongan intelektual yang luar biasa. Oleh sebab itu, Nabi Isa AS diutus membawa mukjizat penyembuhan penyakit kusta bawaan hingga kemampuan menghidupkan orang mati. Mukjizat ini hadir untuk mendobrak dan melampaui batas tertinggi ilmu biologi yang diagungkan manusia pada masa tersebut.

Transisi peradaban paling krusial terjadi pada era kenabian Rasulullah SAW. Berbeda dengan umat terdahulu, bangsa Arab saat itu tidak menonjol dalam infrastruktur atau sains, melainkan berada pada puncak keahlian sastra, puisi, dan propaganda lisan. Kata-kata memiliki kekuatan untuk mengangkat atau menghancurkan martabat sebuah kabilah. Merespons hal ini, mukjizat utama Rasulullah bukanlah keajaiban fisik, melainkan Al-Qur'an. Kitab suci ini mewakili kekuatan teks, kedalaman informasi, dan kebenaran narasi. Momen ini menjadi gerbang awal umat manusia dipimpin oleh kekuatan literasi.

Pergeseran arah mukjizat dari perlawanan fisik menuju dominasi teks memperjelas alasan mengapa akhir zaman identik dengan perang informasi. Pada masa lalu, musuh kebenaran menghancurkan para utusan Tuhan secara fisik. Nabi Yahya dibunuh dan Nabi Ibrahim dibakar hidup-hidup. Hari ini, metode penyerangan bergeser total ke arah pembunuhan karakter, perang opini atau ghazwul fikri, serta penguasaan algoritma digital.

Realitas ini memiliki korelasi teologis yang sangat kuat dengan peringatan tentang fitnah Dajjal. Dalam eskatologi Islam, Dajjal adalah representasi tertinggi dari manipulasi informasi berskala global. Dajjal digambarkan datang membawa narasi palsu yang memutarbalikkan fakta, seperti membawa air yang hakikatnya adalah api, serta menawarkan api yang sebenarnya adalah air tawar. Analogi ini merupakan bentuk hoaks dan disinformasi paling masif yang mengancam nalar manusia.

Menghadapi pergeseran medan pertempuran ini, umat Islam wajib memperbarui strategi pertahanan. Jika pada zaman Nabi Musa senjata utama adalah tongkat dan pada era Rasulullah kekuatan berpijak pada literasi, maka senjata utama Muslim hari ini adalah kemampuan menyaring informasi. Keterjebakan dalam gelembung saringan digital merupakan ancaman nyata bagi akal sehat.

Sejarah selalu mencatat bahwa umat manusia akan tunduk pada pihak yang menguasai puncak kebutuhan zamannya. Saat ini, menguasai informasi yang benar dan valid bukan lagi sekadar etika sosial. Penerapan konsep tabayyun seperti yang diamanatkan dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 merupakan strategi pertahanan hidup yang paling rasional. Validasi data adalah syarat mutlak bagi umat modern untuk menjaga integritas iman agar tidak terseret arus penyesatan di tengah rimba disinformasi.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Pandu HW Kehormatan: Dari Warisan Sejarah Menjadi Energi Peradaban Oleh: Ki Drs Anton Eknathon, MHu....

Suara Muhammadiyah

21 August 2026

Wawasan

Muhammadiyah dan Agenda Membangun Kemandirian Ekonomi Umat Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Arif, (Guru....

Suara Muhammadiyah

21 July 2026

Wawasan

Kekerasan di Sekolah, Kekacauan di Media: Saatnya Membaca dengan Bijak Oleh: Ahsan Jamet Hamidi &nd....

Suara Muhammadiyah

21 October 2025

Wawasan

Perubahan Penting dalam Aturan Penyelenggaraan Haji pada UU 14 Tahun 2025 Oleh: Aris Rakhmadi, Dose....

Suara Muhammadiyah

10 December 2025

Wawasan

Awan Gelap Masih di atas Hukum Oleh: Sobirin Malian, Dosen Magister Fakultas Hukum Universitas Ahma....

Suara Muhammadiyah

23 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah