Fenomena Bunuh Diri Pasca Covid-19

Publish

9 October 2023

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1415
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Mahasiswa Muhammadiyah Lakukan Riset di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang telah menerima hibah penelitian dari Kemendikbud Ristek Melalui Program Kreativitas Mahasiswa yang terdiri dari Neng Susi, Iqbal, Alifya, Faizal dan Taufan dan didampingi oleh Sakir sebagai dosen pendamping. Dalam rangka melaksanakan program tersebut, penelitian ini mengeksplorasi efektivitas kebijakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang dinilai kurang efektif dalam menanggulangi fenomena bunuh diri di Gunungkidul.

Penelitian ini bermaksud untuk memberikan rujukan rekomendasi kebijakan melalui policy brief nantinya. Riset ini muncul sebagai respon terhadap fenomena bunuh diri yang sudah terjadi sejak lama bahkan di tahun 2023 ini saja sudah ada 19 korban serta berdasarkan data yang tim dapatkan melalui wawancara bersama bagian Kesejahteraan Rakyat, Setda Gunungkidul Noor Faizah, SKM, M.P.H bahwa angka tertinggi bunuh diri terjadi pada tahun 2021 mengingat pasca covid-19 memicu banyak masyarakat melakukan bunuh diri. Oleh karena itu beberapa mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini berharap dapat memberikan wawasan dalam masalah ini.

Tim penelitian ini terdiri dari mahasiswa fakultas ilmu sosial dan politik. Tim peneliti telah melakukan observasi dan wawancara dengan beberapa stakeholder pemerintah seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PMKPPKB, Dinas Kebudayaan serta Setda Bagian Kesra dan Bagian Ekonomi dan SDA. Selain wawancara dengan pemerintah, tim penelitian juga melakukan wawancara dengan beberapa masyarakat di tiga Kapanewon yang relatif tinggi angka bunuh dirinya.

Terdapat beberapa temuan hasil dari wawancara bahwa pemerintah dan masyarakat sepakat bahwa dalam menanggulangi masalah ini harus diatasi melalui kolaborasi multi sektor/aktor. Hal tersebut sesuai dengan teori Collaborative Governance yang digunakan oleh tim peneliti. Mengingat Perbup yang dikeluarkan dalam menanggulangi bunuh diri masih berfokus pada kesehatan mental masyarakatnya saja sehingga ada beberapa dinas yang terlalu dominan dan terjadi ketimpangan tugas.

Oleh karena itu masyarakat dan pemerintah setempat memberikan dukungan penuh terhadap upaya penelitian ini dan berjanji mempertimbangkan temuan-temuan yang ditemukan mahasiswa dalam policy brief pencegahan bunuh diri di masa mendatang

Noor Faizah, SKM, M.P.H salah satu analis kebijakan sekaligus bagian dari Setda Kesejahteraan Rakyat, mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi upaya para mahasiswa ini dalam menyelidiki fenomena yang penting ini. Data yang teman-teman kumpulkan akan membantu kami dalam merumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif. ini adalah langkah penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat kami, terang Noor Faizah (19/7).

Tim penelitian berencana untuk menghasilkan laporan lengkap dari penelitiannya dalam beberapa bulan mendatang dan berharap bahwa hasil penelitian ini akan membawa perubahan positif dalam upaya pencegahan bunuh diri di Gunungkidul. (Susi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiah Ngaglik: Ora Bareng, Ora Gayeng SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Bertem....

Suara Muhammadiyah

2 June 2024

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah meng....

Suara Muhammadiyah

15 September 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Masih dalam serangkaian agenda International Student Summit (I....

Suara Muhammadiyah

20 October 2024

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menyemarakkan Milad Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin ....

Suara Muhammadiyah

14 July 2024

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Sejumlah Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad....

Suara Muhammadiyah

22 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah