Fenomena Bunuh Diri Pasca Covid-19

Suara Muhammadiyah

9 October 2023

1608
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Mahasiswa Muhammadiyah Lakukan Riset di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang telah menerima hibah penelitian dari Kemendikbud Ristek Melalui Program Kreativitas Mahasiswa yang terdiri dari Neng Susi, Iqbal, Alifya, Faizal dan Taufan dan didampingi oleh Sakir sebagai dosen pendamping. Dalam rangka melaksanakan program tersebut, penelitian ini mengeksplorasi efektivitas kebijakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang dinilai kurang efektif dalam menanggulangi fenomena bunuh diri di Gunungkidul.

Penelitian ini bermaksud untuk memberikan rujukan rekomendasi kebijakan melalui policy brief nantinya. Riset ini muncul sebagai respon terhadap fenomena bunuh diri yang sudah terjadi sejak lama bahkan di tahun 2023 ini saja sudah ada 19 korban serta berdasarkan data yang tim dapatkan melalui wawancara bersama bagian Kesejahteraan Rakyat, Setda Gunungkidul Noor Faizah, SKM, M.P.H bahwa angka tertinggi bunuh diri terjadi pada tahun 2021 mengingat pasca covid-19 memicu banyak masyarakat melakukan bunuh diri. Oleh karena itu beberapa mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini berharap dapat memberikan wawasan dalam masalah ini.

Tim penelitian ini terdiri dari mahasiswa fakultas ilmu sosial dan politik. Tim peneliti telah melakukan observasi dan wawancara dengan beberapa stakeholder pemerintah seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PMKPPKB, Dinas Kebudayaan serta Setda Bagian Kesra dan Bagian Ekonomi dan SDA. Selain wawancara dengan pemerintah, tim penelitian juga melakukan wawancara dengan beberapa masyarakat di tiga Kapanewon yang relatif tinggi angka bunuh dirinya.

Terdapat beberapa temuan hasil dari wawancara bahwa pemerintah dan masyarakat sepakat bahwa dalam menanggulangi masalah ini harus diatasi melalui kolaborasi multi sektor/aktor. Hal tersebut sesuai dengan teori Collaborative Governance yang digunakan oleh tim peneliti. Mengingat Perbup yang dikeluarkan dalam menanggulangi bunuh diri masih berfokus pada kesehatan mental masyarakatnya saja sehingga ada beberapa dinas yang terlalu dominan dan terjadi ketimpangan tugas.

Oleh karena itu masyarakat dan pemerintah setempat memberikan dukungan penuh terhadap upaya penelitian ini dan berjanji mempertimbangkan temuan-temuan yang ditemukan mahasiswa dalam policy brief pencegahan bunuh diri di masa mendatang

Noor Faizah, SKM, M.P.H salah satu analis kebijakan sekaligus bagian dari Setda Kesejahteraan Rakyat, mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi upaya para mahasiswa ini dalam menyelidiki fenomena yang penting ini. Data yang teman-teman kumpulkan akan membantu kami dalam merumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif. ini adalah langkah penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat kami, terang Noor Faizah (19/7).

Tim penelitian berencana untuk menghasilkan laporan lengkap dari penelitiannya dalam beberapa bulan mendatang dan berharap bahwa hasil penelitian ini akan membawa perubahan positif dalam upaya pencegahan bunuh diri di Gunungkidul. (Susi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Dukung Digitalisasi Desa melalui Program “Desa Cantik” di Kabupaten Magelang MAGELANG,....

Suara Muhammadiyah

16 July 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GKHW) Kafilah Sarbini STIE Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

30 March 2024

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Pengajian Bakda Ramadan yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

6 May 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Program studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas M....

Suara Muhammadiyah

12 September 2023

Berita

PWPM Jawa Tengah Berpesan Agar Meraih Cita-cita Secara Berjamaah MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Pim....

Suara Muhammadiyah

4 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah