CILACAP, Suara Muhammadiyah - Bencana alam kerap datang tanpa disangka, namun kepedulian sosial tidak boleh terlambat menyapa. Berangkat dari kesadaran tersebut, Tapak Suci dan OSIS SMP Negeri 1 Nusawungu menunjukkan aksi nyata pendidikan akhlak dan moral dengan menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi kepedulian di lingkungan sekolah atas kolaborasi antara pengurus OSIS bersama kader-kader ekstrakurikuler Tapak Suci SMPN 1 Nusawungu. Didukung penuh oleh jajaran guru dan staf, para siswa tampak antusias menyisihkan sebagian rezeki serta menghimpun kepedulian dari seluruh warga sekolah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi serentak yang diinisiasi oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Cilacap. Penggalangan dana oleh AMM berlangsung selama sepekan, mulai 23 Agustus hingga 2 September 2026, yang menjangkau berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Cilacap.
AMM Cilacap menghimpun konsolidasi lintas Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, melibatkan Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), serta Tapak Suci Pimda 085 Kabupaten Cilacap.
Koordinator Aksi dari Tapak Suci, Mohamad Rezza Tio Samhong, menegaskan bahwa pergerakan ini merupakan wujud pengejawantahan prinsip One Muhammadiyah One Response (OMOR) dalam merespon situasi darurat bencana. Respon cepat sangat krusial mengingat banyak pengungsi di NTT yang membutuhkan bantuan mendesak.
"Muhammadiyah harus senantiasa hadir dengan prinsip OMOR. Fase pascabencana kerap menjadi momentum paling krusial, di mana para pengungsi justru dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi, keterbatasan sanitasi, dan sulitnya akses pemenuhan kebutuhan dasar," ujar Rezza.
Ia menambahkan, keterlibatan Tapak Suci dan Osis SMPN 1 Nusawungu dalam aksi sosial ini bukan sekadar pengumpulan donasi, melainkan laboratorium hidup untuk menggembleng empati dan karakter persaudaraan.
"Melalui aksi ini, anak-anak tidak hanya belajar teori kebaikan di dalam kelas, tetapi langsung mempraktikkan pendidikan akhlak dan moral dengan menolong saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," jelasnya.
Dari aksi kemanusiaan yang digalang oleh AMM Cilacap bersama jaringan sekolah dan Ortom tersebut, berhasil terkumpul dana bantuan kurang lebih sebesar Rp 22 juta. Seluruh perolehan donasi ini selanjutnya diserahkan secara resmi melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Cilacap untuk disalurkan secara terpadu dan akuntabel ke lokasi bencana di NTT. (Wasis).

