Gandeng PCIM, Tim PKM Ilkom UNY Lakukan Pelatihan Pengasuhan untuk WNI di Taiwan

Suara Muhammadiyah

20 October 2024

1492
Istimewa

Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta (Ilkom FISHIPOL UNY) melaksanakan sosialisasi Community Parenting kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Taiwan (19/10/24). Sebanyak hampir 30 peserta tersebut adalah WNI yang terdiri dari pekerja, mahasiswa, dan sejumlah WNI lainnya di Taiwan yang dikoordinir oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan. Mereka mengikuti sosialisasi sekaligus pelatihan dan diskusi yang dilaksanakan secara daring menggunakan platform zoom.  

Ketua PCIM Taiwan Damas Bariek mengatakan kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Ilmu Komunikasi UNY dengan PCIM Taiwan. Damas mengatakan tema parenting merupakan topik yang sangat penting, terlebih melihat kondisi sosial masyarakat serta generasi Indonesia yang membutuhkan perhatian lebih. “Orangtua, terlebih jika kita berjarak jauh dengan anak karena pekerjaan disini, harus menemukan formula yang tepat untuk pengasuhan anak. Untuk itulah sosialisasi dan pelatihan ini dilaksanakan,” ujar Damas.

Guru Besar Ilmu Komunikasi UNY, Suranto menyampaikan agar kerjasama UNY – PCIM Taiwan ini berlanjut agar kedepannya akademisi UNY mampu terus berkontribusi untuk para WNI di Taiwan terutama dalam menyampaikan wawasan keilmuan dan akademik untuk peningkatan kualitas SDM dan masyarakat. “Kedepannya, kerjasama bisa lebih intens dan membahas persoalan-persoalan WNI di Taiwan lainnya, terutama dari aspek keilmuan Komunikasi,” harapnya. 

 Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Dosen Ilkom UNY Chatia Hastasari, merupakan dosen yang berfokus pada riset-riset Komunikasi Keluarga. Menurutnya, hal yang kerap dilupakan kita dalam pengasuhan adalah menciptakan community parenting, yakni proses keterlibatan pengasuhan anak oleh masyarakat. Chatia menyampaikan bahwa pengaruh lingkingan bagi perkembangan anak sangat signifikan, maka diperlukan keterlibatan masyarakat dalam mengasuh anak. “Padahal community parenting merupakan aspek yang mutlak diperlukan agar anak betul-betul menjadi berkarakter sesuai dengan keinginan masyarakat,” terang Chatia “Ini mengacu pada teori Ekologi Brofen Brenner,” lanjutnya. 

 Untuk itulah kita perlu menyesuaikan dengan profesi dan latar belakang kita masing-masing untuk menjadi aktor komunikasi seperti apa dalam pengasuhan. Menurut Chatia, fenomena anak usia balita atau siswa yang masih duduk di bangku sekolah yang dinilai melanggar etika maupun norma harus betul-betul menjadi perhatian masyarakat. 

“Langkah yang perlu kita lakukan adalah merancang kegiatan positif bagi anak, yang sederhana namun implementatif,” tambahnya. Misalnya, kegiatan pekan kreasi, posyandu, pekan olahraga, rumah edukasi, pemberdayaan anak pada pengelolaan sampah, dan berbagai kegiatan positif lainnya. “ Dari kegiatan-kegiatan itu, perlahan community parenting akan terbentuk dan perlahan akan menunjukkan hasilnya,” jelas Chatia []. 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Peningkatan kapasitas kader kesehatan menjadi salah satu langkah pe....

Suara Muhammadiyah

7 August 2026

Berita

WONOGIRI, Suara Muhammadiyah — Dalam rangka memperingati milad ke-32, SMK Muhammadiyah Gubug m....

Suara Muhammadiyah

8 May 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muham....

Suara Muhammadiyah

8 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sabtu (23/03) Ramadhan Di Kampus Universitas Ahmad Dahlan menyeleng....

Suara Muhammadiyah

27 March 2024

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukaraja, Kabupaten Bogor, menjadikan....

Suara Muhammadiyah

9 August 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah