PACITAN, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pacitan menargetkan aktivasi Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) mencapai 100 persen di seluruh jajaran Persyarikatan.
Demikian tersimpul dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen dan Verifikator SatuMu bagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Pacitan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan, Selasa (15/9).
Ketua PDM Kabupaten Pacitan Suprayitno Ahmad mengatakan Bimtek SatuMu merupakan bagian dari program Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk memperkuat soliditas dan tata kelola Persyarikatan.
“Pelaksanaan Bimtek SatuMu merupakan program mandatory dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam rangka soliditas dan penguatan organisasi untuk menjadi sebuah organisasi yang berkemajuan,” ujarnya.
Menurutnya, Muhammadiyah sebagai organisasi modern perlu merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemanfaatan teknologi diperlukan untuk mendukung koordinasi, komunikasi, serta pengelolaan organisasi secara lebih efektif.
“Sebagai organisasi yang dikenal modern, Muhammadiyah tidak boleh gagap terhadap ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi. Kita perlu memanfaatkan sarana terbaru dan terbaik untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi,” katanya.
Verifikator SatuMu PWM Jawa Timur Aan menyampaikan, pelaksanaan Bimtek di Pacitan berjalan dengan baik dan perlu segera ditindaklanjuti oleh PCM dan PRM.
“Alhamdulillah agenda hari ini berjalan dengan baik dan lancar. Semoga setelah agenda ini bisa ditindaklanjuti oleh PCM dan PRM, sehingga Bimtek hari ini tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar terlaksana dengan baik,” ujar Aan.
Kata Aan, tindak lanjut tersebut menjadi bagian penting untuk mewujudkan target aktivasi SatuMu secara menyeluruh. Ia berharap PDM Pacitan dapat mencapai 100 persen aktivasi sehingga proses digitalisasi Persyarikatan di daerah tersebut dapat berjalan secara optimal.
“PDM Pacitan utamanya bisa 100 persen teraktivasi SatuMu. Nanti proses digitalisasi di Pacitan akan bisa berjalan baik,” katanya.
Sisi lain, Tim SatuMu PWM Jawa Timur juga menyoroti kebutuhan pendampingan setelah Bimtek. Muhammad Mufti Asyidiqi mengatakan aktivasi SatuMu memerlukan pendampingan nyata dan berkelanjutan dari struktur organisasi pada jenjang di atasnya.
“Perlu adanya pendampingan khusus tentang aktivasi Satu Data Muhammadiyah ini dalam bentuk pendampingan riil dari organisasi yang ada di atas tingkatnya,” ujar Mufti.
Sekretaris PCM Pringkuku Hadi Sovi’in menilai Bimtek SatuMu memberikan manfaat bagi pengurus dalam memahami pengelolaan administrasi berbasis digital. Ia menyebut materi mengenai migrasi eKTAM, DOM, dan aktivasi rekening organisasi membantu pengurus memahami proses yang perlu dilakukan.
“Bimtek SatuMu sangat membantu kami dalam memahami proses migrasi eKTAM, pengelolaan Direktori Organisasi Muhammadiyah, serta aktivasi rekening organisasi,” ujar Hadi.
Hadi berharap hasil Bimtek dapat diterapkan di tingkat PCM dan PRM. Menurutnya, digitalisasi akan memberikan manfaat apabila diikuti dengan pengelolaan data dan administrasi secara konsisten.
“Bagi PCM Pringkuku, ini menjadi momentum untuk meningkatkan kerapian administrasi dan pengelolaan data Persyarikatan agar lebih efektif dan mudah diakses ketika dibutuhkan,” bebernya. (Ahyar)

