Giat Relawan Muhammadiyah, Pulihkan Kondisi Psikologis Anak-anak Pascagempa NTT

Suara Muhammadiyah

21 August 2026

211
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Siap Dirikan Sekolah Darurat di Tenda Pengungsian

SIKKA, Suara Muhammadiyah - Setelah peristiwa gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur pada pertengahan Agustus lalu, menurut data BNPB, pertanggal 20 Agustus 2026, sebanyak 502 fasilitas pendidikan alami kerusakan, termasuk di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. 

Anak-anak yang terdampak bencana gempa bumi tidak bersekolah karena gempa susulan masih terjadi. Relawan muhammadiyah yang tergabung dalam One Muhammadiyah One Response (OMOR), melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Sikka. 

Koordinator Klaster Pendidikan Relawan Muhammadiyah Sikka, Darman Eldin, menuturkan pendataan ini untuk memastikan anak-anak mendapat perhatian dan perlindungan. Darman mengatakan, berdasarkan informasi dari bupati perhatian terhadap nasib Pendidikan anak-anak masih minim. 

“Relawan Muhammadiyah Sikka yang berjumlah 7 personil sebelum melakukan pendataan anak-anak sekolah, melakukan pendampingan psikososial.  Mereka diajak bermain dan bernyanyi bersama untuk menghilangkan trauma”, ujarnya saat dihubungi tim media Lazismu, Jum'at, (21/8/2026).

Jumlah warga terdampak yang melakukan pengungsian mandiri sekitar 96 jiwa dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA. Dalam waktu dekat, kata Darman, setelah evaluasi bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sikka, relawan Muhammadiyah akan melakukan pendirian sekolah darurat di barak pengungsian mandiri di depan kantor Bupati Sikka.

Darman merinci, pada klaster pendidikan ini akan dikelompokkan menjadi 5 kelas. Terdiri dari kelas TK dan kelas 1 SD satu kelas, kelas 2, 3 dan 4 satu kelas, kelas 5 dan 6 satu kelas dan SMP 1 kelas sedangkan pelajar SMA akan dijadikan guru pendamping di masing-masing tingkatan kelas. 

“Untuk guru-guru kami libatkan menjadi relawan pendamping dari amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan. Sekolah darurat ini direspons positif berkat dukungan dari UPTD PPA Kabupaten Sikka yang diketua oleh PLT Setda Sikka”, jelasnya.

Kami sudah berkoordinasi dan alhamdulillah hari ini rapat bersama guru-guru dan hari Senin depan sekolah darurat akan dibuka sambil mempersiapkan alat-alat peraga dan alat-alat pendukung lainnya yang dibutuhkan relawan. 

Kepedulian Muhammadiyah terhadap nasib anak-anak yang terdampak gempa bumi adalah langkah nyata untuk tetap memberikan layanan yang terbaik bagi anak-anak di masa tanggap darurat. Kebutuhan pendidikan dan pemulihan psikologis anak-anak menjadi perhatian yang mulai didorong oleh para relawan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah ‘Ais....

Suara Muhammadiyah

27 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Mengulik film selalu menjadi sebuah hal yang menarik. Selain dimakna....

Suara Muhammadiyah

8 November 2024

Berita

KATINGAN, Suara Muhammadiyah - Pos Bantuan Hukum (Posbakum) 'Aisyiyah Kalimantan Tengah bersama Peng....

Suara Muhammadiyah

6 January 2025

Berita

TANGERANG, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pagedangan melaksanakan Rap....

Suara Muhammadiyah

4 January 2026

Berita

ACEH TENGAH, Suara Muhammadiyah - Wakaf adalah salah satu instrumen sosial-ekonomi Islam yang terbuk....

Suara Muhammadiyah

3 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah