SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman (Mugadeta), Azhar Basyir, berhasil meraih Juara I Cabang Inovasi Pembelajaran pada Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Nasional 2026 dengan nilai unggul 98,5.
Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi aplikasi “AI Qalbu Talk”, media belajar berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk meningkatkan resiliensi Qurani siswa.
Prestasi ini bukan sekadar capaian kompetitif, melainkan representasi komitmen sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif, humanis, dan responsif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21.
Azhar mengembangkan “AI Qalbu Talk” sebagai jawaban atas realitas psikologis remaja SMP yang rentan terhadap tekanan akademik, perubahan emosi, dan dinamika sosial. Berdasarkan kajian internal sekolah, sebagian siswa mengalami kecemasan menjelang ujian, mudah putus asa saat gagal, serta kesulitan mengelola emosi dalam menghadapi tekanan belajar.
“Anak-anak hari ini hidup di tengah tekanan akademik dan sosial yang kompleks. Mereka membutuhkan ruang refleksi yang aman, empatik, dan tidak menghakimi. Dari situlah lahir gagasan AI Qalbu Talk,” ujar, Sabtu (14/2/2026).
Aplikasi “AI Qalbu Talk” dirancang sebagai pendamping dialog berbasis AI yang memungkinkan siswa mengekspresikan perasaan, mengenali emosi, serta menemukan makna dari pengalaman belajar melalui penguatan nilai-nilai Al-Qur’an seperti sabar, syukur, ikhtiar, dan tawakal.
“Melalui percakapan yang kontekstual dan personal, aplikasi ini membantu siswa mengaitkan kondisi emosional dengan pesan Qurani dan prinsip psikologi positif,” ujar dia.
Menurut Azhar, inovasi ini mengintegrasikan pendekatan pedagogis, psikologis, dan spiritual secara sistematis. “Teknologi Artificial Intelligence kami manfaatkan bukan sekadar untuk kecanggihan digital, tetapi sebagai sarana refleksi diri yang adaptif. AI dalam Qalbu Talk dirancang empatik dan non-judgmental, sehingga siswa merasa nyaman untuk terbuka,” tegasnya.
Ia menambahkan, aplikasi tersebut tidak menggantikan peran guru, melainkan memperkuat fungsi pembinaan karakter dan kesehatan mental secara berkelanjutan. Guru tetap menjadi pendamping utama, sementara teknologi menjadi medium yang memperluas ruang interaksi reflektif di luar kelas.
Keberhasilan Azhar Basyir dalam cabang Inovasi Pembelajaran OlympicAD 2026 menunjukkan bahwa transformasi pendidikan berbasis nilai dan teknologi dapat berjalan beriringan. Model yang dikembangkan di SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman ini sekaligus mempertegas identitas sekolah sebagai institusi pendidikan digital yang berlandaskan nilai keislaman.
“Inovasi ini kami persembahkan untuk Kabupaten Sleman. Harapannya, Qalbu Talk dapat direplikasi dan dikembangkan lebih luas sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan ketahanan mental siswa,” katanya.
Capaian ini memperkuat posisi Kabupaten Sleman sebagai daerah yang konsisten mendorong inovasi pendidikan berbasis teknologi dan nilai religius. Di tengah arus digitalisasi global, lahirnya “AI Qalbu Talk” menjadi bukti bahwa teknologi dapat dimaknai sebagai instrumen pembinaan karakter, bukan sekadar alat pembelajaran.
Bagi Azhar, OlympicAD 2026 bukanlah garis akhir. Ia menegaskan bahwa inovasi akan terus dikembangkan agar semakin relevan dengan kebutuhan siswa dan tantangan zaman. “Tujuan utama kami bukan hanya prestasi lomba, tetapi membentuk generasi yang tangguh, beriman, dan berdaya juang tinggi,” ujarnya.
Ia berharap “AI Qalbu Talk” menjadi penegasan bahwa pendidikan yang memadukan kecerdasan buatan dan kecerdasan hati adalah fondasi penting dalam membangun generasi Qurani yang resilien.

