YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di Bumi Perkemahan Candi Banyunibo, langit tampak cerah dan indah. Ada nuansa syahdu terukir melalui semburat matahari pagi. Sebagai penanda waktu bahwa perjuangan baru akan dimulai, khususnya bagi para pandu muda HW (Hizbul Wathan).
Berlangsung selama 5 hari, 26-30 Juni 2026, Kwartir Pusat Pandu HW menyelenggarakan kegiatan Lomba Pengenal Berprestasi (LPB) tingkat nasional. Diikuti peserta yang datang dari berbagai daerah, lomba ini menjadi sangat istimewa. Selain mengemban misi untuk saling berlomba menjadi yang terbaik, juga menjadi sarana silaturahmi dan konsolidasi, mempererat ukhuwah dan kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut hadir Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan. Saat apel, ia berpesan kepada seluruh peserta tentang pentingnya para kader Persyarikatan mempersiapkan diri untuk menjadi kader yang sehat, terampil, dan cerdas.
Menurutnya, kader Muhammadiyah bukanlah kader yang hanya pandai berdiskusi, mereka juga memiliki kepedualian dan komitmen yang tinggi terhadap upaya mewujudkan cita-cita dan idealisme Muhammadiyah. Gigih dan tangguh dalam berjuang, berkhitmat untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.
Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Ketua MPW Pemuda ICMI DIY tersebut menegaskan bahwa tantangan Muhammadiyah akan semakin berat dan kompleks. Oleh sebab itu Muhammadiyah membutuhkan kualifikasi kader yang mumpuni dalam banyak bidang agar dapat memberikan kontribusi secara nyata kepada kehidupan di sekelilingnya.
"Tuntutan Muhammadiyah untuk semakin berdampak menjadi energi kita untuk terus berkontribusi," ujarnya.
Berbekal tempaan yang dilakukan HW secara konsisten, diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit baru yang mumpuni dan tangkas menyelesaikan masalah kehidupan. Berbekal militansi yang kuat yang diwariskan oleh HW kepada para kader muda, besar kemungkinan Muhammadiyah masih akan tetap eksis 1000 bahkan sejuta tahun lagi. (diko)
"

