Hadapi Tantangan Islamophobia, Dosen UMY Latih Tata Kelola Organisasi Muslim di Hokkaido

Suara Muhammadiyah

1 July 2026

327
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JEPANG, Suara Muhammadiyah - Menjadi bagian dari masyarakat minoritas di luar negeri membawa tantangan tersendiri bagi diaspora Muslim Indonesia. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan baru, mereka kerap dihadapkan pada stereotipe negatif, hoaks, hingga potensi Islamophobia akibat framing media yang kurang berimbang.

Merespons fenomena tersebut, Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Mega Hidayati, menginisiasi program pengabdian masyarakat internasional berupa pelatihan manajemen organisasi bagi komunitas Muslim di Hokkaido, Jepang.

Kegiatan bertajuk “ Identifying the Needs of Ummah in Diaspora and Organizational Contribution to Society ” ini berlangsung secara bertahap sejak awal Februari hingga akhir Juni 2026. Sementara sesi pelatihan intensifnya sukses digelar pada 19 April 2026 lalu dengan menyasar para pengelola dari berbagai organisasi Islam di wilayah Hokkaido.

Dr. Mega Hidayati menjelaskan bahwa organisasi Muslim Indonesia di luar negeri memiliki peran ganda yang sangat strategis, baik secara internal maupun eksternal.

“Secara internal, organisasi berfungsi membina dan memperkuat tauhid serta ibadah umat. Hidup sebagai minoritas di Jepang tentu tidak mudah. Mereka menghadapi tantangan praktis seperti pelaksanaan ibadah di sekolah atau tempat kerja, keragaman budaya Islam dari negara lain, hingga akses terhadap makanan halal,” ujar Mega saat dihubungi pada Rabu (1/7/2026).

Sementara dari sisi eksternal, organisasi dituntut mampu membangun komunikasi positif dengan masyarakat lokal. “Organisasi harus bisa berkolaborasi dengan komunitas non-keagamaan serta aktif berkontribusi dalam isu-isu sosial dan kemanusiaan di negara setempat,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, Mega berharap komunitas Muslim diaspora di Jepang dapat mengidentifikasi kebutuhan riil umat, meningkatkan tata kelola organisasi, sekaligus mengeksplorasi potensi kontribusi nyata sebagai bagian dari warga masyarakat Jepang.

Program pengabdian lintas negara ini terlaksana atas kerja sama erat dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang dan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Hokkaido.

Ketua PRIM Hokkaido, Mustakim, menyambut positif kegiatan ini. Sebagai organisasi yang baru dibentuk pada 5 Oktober 2025 lalu, pelatihan ini menjadi modal penting untuk memetakan arah gerakan organisasi ke depan.

“Kami terhitung cukup baru di Hokkaido, belum genap satu tahun. Namun, kami memiliki komitmen kuat untuk memberikan kontribusi nyata. Tidak hanya bagi diaspora Muslim Indonesia di sini, tetapi juga bagi masyarakat Jepang secara luas,” tegas Mustakim.

Senada dengan hal tersebut, Bendahara PRIM Hokkaido, Farihin, menilai bahwa materi pelatihan ini memberikan perspektif baru yang sangat berharga. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membenahi aspek manajerial dan tata kelola organisasi, tetapi juga mengompori semangat para anggota untuk terus menebar manfaat.

“Training ini membawa energi positif dan semangat baru bagi seluruh anggota untuk terus berkontribusi aktif, baik di internal organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat di Hokkaido,” pungkas Farihin.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Teguhkan Inklusivitas dan Kemandirian Ekonomi ​PONTIANAK, Suara Muhammadiyah – Bertepatan d....

Suara Muhammadiyah

7 December 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) resmi menginisiasi p....

Suara Muhammadiyah

16 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Pimpinan Pusat Aisyiyah Atiyatul Ulya mengatakan, ....

Suara Muhammadiyah

15 March 2025

Berita

TASIKMALAYA, Suara Muhammadiyah - Tepatnya hari Ahad, 13 Oktober 2024 PD Muhammadiyah Kabupaten....

Suara Muhammadiyah

16 October 2024

Berita

BEKASI, Suara Muhammadiyah — Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi menyelenggarakan serah terim....

Suara Muhammadiyah

7 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah