Haedar Nashir: Al-Ma'un Itu Pro Orang Kaya dan Miskin

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

1076
Simposium Al-Ma'un "Praksis Al-Ma'un Dalam Sistem Perekonomian Nasional"

Simposium Al-Ma'un "Praksis Al-Ma'un Dalam Sistem Perekonomian Nasional"

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan perlunya bagi Muhammadiyah membangun paradigma yang ijtihadi di seluruh aspek kehidupan. Tak terkecuali di aspek ekonomi, sosial, pendidikan dan lain sebagainya. 

Hal ini dinilai Haedar sebagai langkah strategis bagi Muhammadiyah untuk melangkah maju. Tanpa harus terbebani oleh memori historis yang mengekang. 

Upaya ini berkorelasi serius terhadap paradigma yang dipahami masyarakat umum dari QS. Al-Ma'un. Menurutnya selama ini Al-Ma'un hanya dimaknai sebagai surat yang pro kepada orang miskin, tanpa mengesampingkan orang kaya yang sejatinya juga memiliki andil besar di dalamnya.

Surat ini secara langsung mengajak orang kaya untuk berderma kepada mereka yang membutuhkan. Dan tak sedikitpun mendeskriditkan mereka sebagai antitesis dari kelompok orang-orang miskin.

"Al-Ma'un itu pro orang miskin dan orang kaya," tegas Haedar dalam Simposium Al-Ma'un yang dihadiri 50 ekonom Muhammadiyah (11/8). 

Guru Besar Sosiologi UMY tersebut menambahkan bahwa setiap paradigma lahir dari sebuah ijtihad, dan setiap ijtihad berhak untuk dikembangkan. Oleh karena itu, setiap ijtihad tidak diperbolehkan untuk saling mengharamkan satu sama lain, meski masing-masing memiliki sisi subjektifitas yang tak dapat dihindari. 

Haedar pun mewanti-wanti warga Muhammadiyah agar tidak terjebak pada paradigma kaku yang tak menjurus kepada perubahan ke arah positif. Melainkan terus melakukan konsolidasi terhadap potensi organisasi yang bisa dikembangkan, dan kemudian memberikan dampak kepada masyarakat luas. 

"Muhammadiyah telah bergerak sebagai sebuah sistem yang luar biasa. Mari kita berhenti membahas soal aset, lebih baik kita mengkonsolidasikan sesuatu (potensi) yang kita miliki. Praksisnya, dengan mendorong masyarakat kelas menengah untuk berbisnis. Kerangka berpikir kita harus seperti itu. Jangan hanya bermain di aspek paradigma," ucap Haedar.

Simposium yang mengusung tema "Praksis Al-Ma'un dalam Sistem Perekonomian Nasional" ini dihadiri lebih dari 50 ekonom Muhammadiyah dan bertempat di SM Tower Malioboro Yogyakarta, pada Senin, 11 Agustus 2025. (diko)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk m....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025

Berita

PALU, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah terus menunjukkan kemajuan yang signifikan sebagai gerakan I....

Suara Muhammadiyah

18 June 2026

Berita

TERNATE, Suara Muhammadiyah -Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) dengan bangga menyelenggar....

Suara Muhammadiyah

28 August 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Kreativitas mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)....

Suara Muhammadiyah

19 July 2026

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Purworejo menggelar....

Suara Muhammadiyah

14 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah