MAKASSAR, Suara Muhmamadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., secara resmi membuka Muktamar ke-24 Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Balai Sidang Unismuh Makassar (Jum'at, 6/02/2026).
Perhelatan besar ini dihadiri ribuan kader dari seluruh penjuru Indonesia beserta jajaran pimpinan Persyarikatan dan tokoh alumni. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah personal bagi Prof. Haedar sebagai tempat awal terpilih menjadi ketua umum pada periode sebelumnya.
Dalam sambutannya, Prof. Haedar mengenang perjalanan panjang sebagai kader IPM Bandung sejak tahun 1970 jauh sebelum para peserta muktamar lahir. Pengalaman organisasi tersebut terus berlanjut hingga tingkat pusat dan membentuk fondasi kepemimpinan yang kokoh di dalam tubuh Muhammadiyah.
Bahkan detail identitas organisasi seperti desain seragam IPM dan Ipmawati merupakan hasil pemikiran beliau bersama istri, Siti Noordjannah Djohantini.
Kiprah Muhammadiyah kini telah merambah ranah global melalui pendirian institusi pendidikan di Australia serta Malaysia sebagai bukti nyata pemberdayaan umat. Ribuan amal usaha yang tersebar di berbagai sektor diharapkan menjadi ladang pengabdian bagi para kader IPM untuk terus berkontribusi.
Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif yang harus dijaga dan dikembangkan oleh generasi muda Persyarikatan.
Prof. Haedar menekankan bahwa iman dan takwa harus tetap menjadi ruh utama dalam setiap gerak langkah kader di tengah dinamika zaman. Setiap tindakan maupun ucapan para pelajar Muhammadiyah wajib berpijak pada tradisi ilmu pengetahuan dan semangat pembaruan yang kuat.
Kader IPM diibaratkan sebagai burung rajawali yang membawa api perubahan demi mewujudkan kemaslahatan umat yang bersifat universal.
Muktamar ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi yang sejuk tanpa diwarnai perselisihan atau perebutan posisi kepengurusan di antara para peserta. Pesan tersebut sangat penting mengingat IPM adalah anak kandung Muhammadiyah yang harus menjaga martabat serta keharmonisan internal organisasi.
Dinamika permusyawaratan harus tetap mengedepankan nilai-nilai persaudaraan demi keberlanjutan estafet kepemimpinan di masa depan.
Kehadiran sejumlah tokoh nasional seperti Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Wakil Menteri Dzulfikar Ahmad Tawalla memberikan dukungan moril bagi para peserta.
Turut hadir pula Kepala Bulog bersama jajaran pejabat TNI dan Polri serta para kepala daerah dari wilayah Sulawesi Selatan. Hadirnya para pemangku kepentingan ini mempertegas posisi strategis IPM sebagai organisasi pelajar yang diakui kontribusinya secara nasional. (Haidir Fitra Siagian).

