Haedar Nashir dan Anwar Ibrahim

Suara Muhammadiyah

6 March 2025

3684
Istimewa

Istimewa

Haedar Nashir dan Anwar Ibrahim

Oleh: Sonny Zulhuda, Dosen International Islamic University Malaysia & Penasihat PCIM Malaysia

Hari itu, saya menyaksikan dan merasakan energi dan sinergi luarbiasa. Ada persaudaraan dua negara dan upaya penyatuan idea arus utama. Bahkan, hendak bergerak jauh menakar langkah dan jalan bersama.

Keduanya memang tidak sering terlihat duduk berdekatan seperti hari itu. Mungkin karena yang satu adalah seorang akademisi, dan yang satu lagi adalah seorang politisi. 

Namun bila bicara tentang pergerakan dakwah dan peradaban Islam modern di bumi nusantara, nama kedua tokoh ini punya sengat yang sangat signifikan, apalagi jika ditilik dari nama besar organisasi yang menjadi "rumah" mereka yakni Persyarikatan Muhammadiyah di Indonesia dan Angkatan Belia Islam Malaysia/Wadah Pencerdasan Umat di Malaysia.

Menarik diikuti, rupanya kedua tokoh ini berlatar belakang ilmu yang sama: Sosiologi. Jadi kalau sosiolog sudah bicara, tak akan kering akan jajaran literatur dan pustaka, baik karya sarjana lokal maupun pemikir antarbangsa!

Terbukti, sambil bicara santai, nama-nama seperti Ahmad Dahlan, A. Hassan, Mohd. Natsir, Buya Hamka, Imam An-Nawawi, Al-Farabi, Siddiq Fadhil dan Toha Jabir al-Ulwani menjadi rujukan keduanya. Sedap sungguh mengikuti perbincangan kedua tokoh ini. Meski jarang berjumpa, namun sangat akrab dan hangat suasananya.

Pertemuan keduanya di awal Ramadan ini memberi pesan tentang ide besar peradaban Islam. Teropong keagamaan, kemasyarakatan, politik dan geostrategi antarabangsa digunakan silih berganti untuk memahami berbagai fenomena keumatan. 

Ada harapan besar untuk kemajuan umat dan kejayaan masyarakat serantau yang heterogen. Bahkan harapan besar agar kedua negara serumpun ini menjadi pelopor kebangkitan semula Islam.
 
Cita-cita itulah yang terangkum dalam simbolisasi Islam Berkemajuan yang dibawa Muhammadiyah.

Faktanya, panji Islam Berkemajuan ala Muhammadiyah yang beranggotakan lebih dari 60 juta jiwa telah membangun ribuan institusi peradaban. Tercatat ada 164 universitas, 400 hospital dan ribuan sekolah Muhammadiyah yang menjadi landasannya, termasuk Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM).

Tak ayal, banyak sekali titik persamaannya dengan panji Negara Madani yang kini diterajui Perdana Menteri kesepuluh Malaysia ini.

Dan di hari itu, kedua pemimpin ini ingin meneruskan dan menguatkan lagi tekad, itikad dan mufakat untuk mensejagatkan Islam yang rahmatan lil alamin.

Saya bersyukur telah menjadi bagian (kecil) dari ijtihad ini.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Humaniora

Kisah Mengisi Pengajian BKMT di Balik Pegunungan Furqan Mawardi, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang ....

Suara Muhammadiyah

4 June 2026

Humaniora

Mengurus Amal Usaha Muhammadiyah Yes, Beramal dan Memajukan Persyarikatan juga Yes Oleh: Agus seti....

Suara Muhammadiyah

1 June 2024

Humaniora

Bulan Ramadhan Membuka Hidayah Mas Mantri Oleh: Rumini Zulfikar "Perjalanan hidup manusia tidak bi....

Suara Muhammadiyah

6 March 2025

Humaniora

Perjalanan rihlah dakwah Ramadan 1447 H yang dilakukan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan....

Suara Muhammadiyah

13 March 2026

Humaniora

Oleh: Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si Tahu Karna sang Raja Angga? Dia kestria digdaya. Anak Dewi K....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah