Haedar Nashir Dorong Relawan Muhammadiyah-‘Aisyiyah Cerdas dan Tangguh Kebencanaan

Suara Muhammadiyah

26 June 2025

1072
Haedar Nashir saat menyampaikan sambutan secara online dalam Pembukaan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah-'Aisyiyah ke-3. Foto: Moyo/Medkom PP Muhammadiyah

Haedar Nashir saat menyampaikan sambutan secara online dalam Pembukaan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah-'Aisyiyah ke-3. Foto: Moyo/Medkom PP Muhammadiyah

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak untuk menjadikan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah-'Aisyiyah ke-3 sebagai ajang silaturahmi antar relawan dari berbagai tugas dan aspek kegiatan, baik Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.

"Dengan silaturahmi nasional ini, semakin memperkuat niat, komitmen, pengabdian, dan kebersamaan yang sangat diperlukan dalam usaha menjalankan tugas-tugas risiliensi kebencanaan baik di Muhammadiyah maupun 'Aisyiyah," sebutnya saat membuka acara tersebut secara online, Kamis (26/6) di Wonder Park Lawu Resort Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Kerelawanan melekat dengan DNA (Deoxyribonucleic Acid) Muhammadiyah, baik ditingkat kader-kader, para aktivis, maupun juga warga, sampai para pimpinan. Menurutnya, Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan sejak awal memiliki tradisi kuat untuk mengembangkan semangat kerelawanan.

"Dengan berfondasikan pada Al-Ma'un yang melahirkan hospital atau rumah sakit dan klinik, rumah miskin, rumah yatim, serta peran-peran menangani kebencanaan, maka Muhammadiyah memiliki tradisi keislaman yang kuat dalam kerelawanan," jelasnya.

Ditambahkan lagi oleh Haedar, spirit Al-Maun meniscayakan tumbuhnya semangat berbagi dan peduli kepada sesama tanpa diskriminatif. "Kita memiliki dasar yang kuat, bahwa peran-peran sosial-kemasyarakatan, termasuk dalam menangani kebencanaan, melekat dengan panggilan ke-Ilahian," ujarnya.

Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah ini menggarisbawahi, tugas kerelawanan adalah tugas yang senantiasa berhadapan dengan persoalan yang mengungkung di masyarakat, lebih-lebih menyangkut musibah (bencana).

"Mereka yang mengalami musibah, bukan hanya mengalami penderitaan secara fisik, tapi juga secara sosial dan psikologis. Dalam konteks ini, persoalan-persoalan yang dihadapi sangatlah tidak sederhana, masalah yang dihadapi sangatlah kompleks," terangnya.

Karena itu, relawan Muhammadiyah-'Aisyiyah dituntut untuk memperkaya wawasan dengan senantiasa meningkatkan kapasitas diri, memperluas pengetahuan kebencanaan, serta memperkuat semangat kemanusiaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

"Maka diperlukan basis-basis keilmuan dan keahlian yang lebih luas, baik dalam menghadapi mereka yang tertimpa musibah maupun masyarakat di sekitarnya. Maka relawan Muhammadiyah-'Aisyiyah dituntut untuk mencari dasar keilmuan berbasis pada pengetahuan yang kuat," tegasnya.

Haedar berharap, relawan Muhammadiyah-'Aisyiyah tetap membawa jatidiri Kepribadian Muhammadiyah. Di sini, warga Persyarikatan diajarkan untuk selalu punya sikap moderat dalam menghadapi berbagai persoalan.

"Pada saat yang sama, terpanggil untuk membantu, menolong, dan berkhidmat dalam hal memecahkan masalah maupun memajukan kehidupan masyarakat," pungkasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Ramadhan telah memasuki hari ke-11. Namun, apa yang telah kita kerjakan ....

Suara Muhammadiyah

1 March 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Prof Ambo Asse men....

Suara Muhammadiyah

13 October 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah– Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menggelar Wisuda Pro....

Suara Muhammadiyah

7 September 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

11 December 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Pos Bantuan Hukum (Posbakum) 'Aisyiyah Kalimantan Tengah mencatat....

Suara Muhammadiyah

24 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah