Haedar Nashir: Kebangkitan Nasional Harus Menjadi Energi Menuju Indonesia Maju

Suara Muhammadiyah

20 May 2026

953

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak seluruh komponen bangsa menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional sebagai spirit untuk membangun Indonesia maju secara progresif dan berkelanjutan.

Menurut Haedar, peringatan Kebangkitan Nasional yang merujuk pada lahirnya Boedi Oetomo tahun 1908 harus dimaknai lebih luas sebagai tonggak lahirnya kesadaran kebangsaan Indonesia. Kebangkitan nasional, katanya, tidak hanya digerakkan oleh satu organisasi, tetapi juga oleh berbagai elemen pergerakan bangsa.

Ia menjelaskan, sebelum lahirnya Boedi Oetomo, telah berdiri Sarekat Dagang Islam yang dipimpin Haji Samanhoedi pada 1905, yang kemudian berkembang menjadi Sarekat Islam di bawah kepemimpinan HOS Tjokroaminoto pada 1911. Selanjutnya, Muhammadiyah hadir pada 1912 melalui gerakan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan kepanduan kebangsaan.

“Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum untuk membangkitkan jiwa kebangsaan yang membawa Indonesia maju secara progresif,” ujar Haedar pada Rabu (20/5).

Haedar menegaskan, Indonesia tidak boleh berjalan di tempat dan merasa cukup dengan capaian yang ada saat ini. Menurutnya, masih banyak aspek kehidupan bangsa yang perlu dibenahi agar Indonesia mampu sejajar dengan negara-negara maju, termasuk di kawasan ASEAN.

Untuk itu, ia menilai diperlukan rancang bangun pembangunan nasional yang komprehensif dengan agenda strategis yang terprogram secara sistematis dan berkelanjutan, bukan langkah yang bersifat sporadis.
“Indonesia harus memiliki arah yang jelas menuju negara maju dengan fondasi yang kokoh dan tujuan yang terfokus,” katanya.

Haedar juga mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup hanya diukur dari aspek demokrasi formal, hak asasi manusia, dan pluralisme. Kemajuan Indonesia, lanjutnya, harus diwujudkan melalui penguatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam yang baik, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdaya saing tinggi.

Selain itu, kemajuan tersebut juga harus ditopang oleh karakter bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika luhur, dan budaya berkemajuan.

Dalam pandangannya, seluruh komponen bangsa perlu bersatu dan berkolaborasi dalam membangun kemajuan Indonesia. Pemerintah, menurut Haedar, memiliki peran penting sebagai aktor utama pembangunan yang mampu menghadirkan arah kebijakan yang jelas dan menjadi rujukan bersama.

Haedar turut mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya maju dalam kehidupan sehari-hari, seperti membiasakan membaca, mengunjungi perpustakaan, serta memanfaatkan media sosial sebagai ruang pengembangan pengetahuan dan literasi.

“Seluruh proses dan peran segenap komponen bangsa dalam menciptakan kemajuan yang progresif tersebut tidak lain demi terwujudnya cita-cita nasional Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana diletakkan para pendiri bangsa,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sejarah sepakbola Indonesia dan Muhammadiyah telah beririsan sejak ....

Suara Muhammadiyah

17 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Musyawarah Wilayah (Musywil) Forum Keluarga Alumni Ikatan Mah....

Suara Muhammadiyah

28 June 2026

Berita

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah - Ada yang baru pada Ramadhan 1447H di Pimpinan Ranting Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

2 March 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Direktur Utama Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Ahmad Faesol ....

Suara Muhammadiyah

10 December 2025

Berita

SLEMAN, Sekolah Muhammadiyah – Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) yang diselenggara....

Suara Muhammadiyah

22 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah