Haedar Nashir: Perkuat Gizi Anak, Bentuk Generasi Bangsa yang Tangguh

Publish

13 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
364
Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.

Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. menegaskan pentingnya perhatian terhadap gizi anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Pesan ini ia sampaikan dalam acara peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aisyiyah Kasihan, Bantul, pada Kamis (13/11).

Haedar mengungkapkan, Muhammadiyah menjadi salah satu ormas pertama yang menandatangani kerja sama program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama pemerintah, yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga kini, sudah berdiri 150 unit SPPG di berbagai wilayah dan akan segera bertambah menjadi 300 unit.

“Ini menyangkut masa depan generasi bangsa. Kalau kita tidak mau melahirkan generasi yang lemah, maka solusi pertama adalah memperhatikan kesehatan dan gizi anak-anak,” ujar Haedar.

Ia menjelaskan, kualitas gizi masyarakat sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi yang masih menengah ke bawah. Rendahnya asupan gizi berdampak pada kualitas fisik dan psikologis anak-anak Indonesia.

“Rata-rata IQ anak Indonesia berada di angka 78,59. Ini menunjukkan ekosistem sosial kita masih lemah. Karena itu, perbaikan gizi harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Haedar menekankan bahwa program seperti SPPG bukan hanya persoalan layanan gizi, melainkan bagian dari upaya menciptakan ekosistem sosial dan ekonomi yang berdaya.

“Di balik program ini harus tumbuh semangat wirausaha. Jangan menyerah dan mengatakan ekonomi hanya dikuasai kalangan atas. Justru masyarakat harus bergerak menjadi penguasa UMKM, agar mandiri dan kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Muhammadiyah tidak ingin sekadar menjadi penonton atau pengkritik dalam menghadapi masalah sosial.

“Muhammadiyah tidak terlibat dalam polemik, bukan berarti acuh, tapi Muhammadiyah mengoreksi dengan tindakan nyata. Itulah cara Muhammadiyah berpikir dan berdakwah,” kata Haedar.

Menutup sambutannya, Haedar menegaskan bahwa gerakan pelayanan gizi seperti SPPG dan MBG merupakan bagian dari panggilan dakwah kemanusiaan Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk mencerdaskan serta memberdayakan masyarakat.

“Ini bukan kerja instan. Kita terbiasa dengan jatuh bangun, tapi justru dari situlah kekuatan Muhammadiyah terbentuk. Sesuai tema Milad ke-113: Memajukan Kesejahteraan Bangsa, dan program inilah salah satunya. Segala kerja keras semua pihak yang terlibat insyaallah menjadi amal jariyah, bekal di akhirat, dan catatan sejarah perjuangan Muhammadiyah,” tutupnya. 

(Vivi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dalam upaya mewujudk....

Suara Muhammadiyah

13 August 2024

Berita

PDM Kabupaten Bekasi Gelar Pelatihan Pemuliaan Jenazah BEKASI, Suara Muhammadiyah — Pimpinan ....

Suara Muhammadiyah

26 October 2025

Berita

Santri Darul Arqam Gombara harus Kuasai Dakwah Digital di Era Modern Pesantren Darul Arqam Muhammad....

Suara Muhammadiyah

25 January 2026

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, U....

Suara Muhammadiyah

11 January 2026

Berita

REMBANG, Suara Muhammadiyah - “Organisasi bukan soal sedikit banyaknya anggota, namun tentang ....

Suara Muhammadiyah

18 December 2023