Riset Nanoenkapsulasi Poliherbal untuk Diabetes
MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali mencatatkan prestasi akademik melalui dosen Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Apt. Rafiastiana Capritasari, M.Farm, yang berhasil meraih gelar Doktor bidang Ilmu Farmasi (Farmakologi). Gelar tersebut diperoleh setelah berhasil mempertahankan disertasi pada Sidang Promosi Doktor yang dilaksanakan di Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Selasa (13/1).
Pada sidang tersebut, Rafiastiana mempertahankan disertasi berjudul “Aktivitas Sediaan Nanoenkapsulasi Poliherbal (Nigella sativa, Centella asiatica, dan Moringa oleifera) sebagai Agen Imunomodulator Kardia-Neuroprotektor Melalui Penghambatan Angiotensin Converting Enzyme pada Model Diabetes: Kajian in Silico, In Vitro dan In Vivo” di bawah bimbingan Prof. Dr. dr. Akrom, M.Kes dan Dr. apt. Arif Budi Setianto, M.Si.
Dalam paparannya, Rafiastiana menjelaskan bahwa Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dengan prevalensi yang terus meningkat. “Menurut International Diabetes Federation, Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar kelima di dunia, dengan sekitar 20,4 juta orang dewasa. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dua hingga empat kali lipat dibandingkan individu non-diabetik,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, dilakukan penelitian mengkaji kombinasi tiga tanaman herbal, yaitu Nigella sativa (jinten hitam), Centella asiatica (pegagan), dan Moringa oleifera (kelor) yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan imunomodulator, namun masih menghadapi tantangan dalam sifat penyerapan dan pelepasan zat aktif berbahan baku herbal. “Salah satu kendala yang sering terjadi adalah zat aktif pada obat herbal sulit untuk menembus lipid sel tubuh karena ukuran molekul yang besar dan kelarutan dalam air yang rendah. Akibatnya banyak tanaman yang memiliki zat aktif potensial tetapi tidak dapat digunakan secara in vivo meskipun pada uji in vitro menunjukan hasil yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, berbagai senyawa aktif pada tanaman herbal memiliki keterbatasan fisikokimia. “Senyawa timokuinon dalam minyak biji jinten hitam bersifat hidrofobik dan volatil. Senyawa bioaktif pada pegagan sukar larut dalam air dan mudah terdegradasi, sedangkan senyawa bioaktif kelor memiliki ukuran partikel besar dan bioavailabilitas yang rendah,” ungkapnya.
Menurut Rafiastiana, upaya untuk mengatasi berbagai kendala tersebut memerlukan teknologi formulasi yang mampu memperkecil ukuran partikel serta meningkatkan stabilitas dan ketersediaan hayati senyawa ioaktif. “Dengan teknologi nanoenkapsulasi, memungkinkan pembentukan partikel berukuran sangat kecil dan lebih mudah diserap oleh tubuh,” tuturnya.
Melalui pendekatan nanoenkapsulasi polyherbal yang berpotensi sebagai agen imunomodulator serta kardia-neuroprotektor melalui penghambatan Angiotensin Converting Enzyme (ACE) pada model diabetes. “Inovasi ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan fitofarmaka yang lebih efektif dan berbasis bukti ilmiah,” tambahnya.
Adapun dalam perjalanan studi doktoralnya, Rafiastiana tidak hanya meraih capaian akademik yang baik, tetapi juga aktif menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan pada sejumlah jurnal bereputasi yaitu “In vitro evaluation of antioxidant properties of Moringa oleifera, Centella asiatica, and Nigella sativa: individual and combination effects” di jurnal Pharmaciana (Sinta 2), “Innovative polyherbal nanoemulsion for cardioprotection in diabetes: impact on cardiac biomarker” di Trends in Sciences (Q2), “Molecular docking study of moringin against inflammatory and oxidative stress-related targets: insights into its immunomodulatory potential” pada Tropical Journal of Natural Product Research (Q3) serta “Design and characterization of optimized polyherbal nanoencapsulation: in vitro antioxidant activity targeting Nrf2 and GST pathway” di International Journal of Applied Pharmaceutics (Q3).
Wakil Rektor IV bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja sama UNIMMA, Dr. Sigit Priyanto, M.Kep, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Doktor Rafiastiana. Tentu saja prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi dosen lain untuk terus berkarya dan memperluas dampak riset UNIMMA di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

