Halal Bihalal: Mencairkan Hubungan yang Beku dan Kaku

Suara Muhammadiyah

11 April 2025

1253
Halal Bihalal UMM

Halal Bihalal UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Halal bihalal dapat menjadi sebuah wahana yang tepat untuk mencairkan relasi yang beku atau hubungan yang kaku antarsesama. Dengan memanfaatkan momentum tersebut, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk saling maaf-memaafkan. Meski tradisi ini tak tertulis dalam teks suci Al-Qur’an, namun kebiasaan baik ini secara langsung mengandung nilai-nilai yang sejalan dengan spirit Islam sebagai agama cinta kasih dan rahmat bagi seluruh alam. 

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengamini hal tersebut dengan menyitir sebuah ayat QS. Ali Imran 133. Ayat ini menjelaskan terkait siapa saja orang yang dijamin masuk surga. Salah satunya adalah mereka yang mau memaafkan kesalahan saudaranya. 

Menanggapi perkembangan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terbaik milik Muhammadiyah, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut menyebut perjalanan 61 tahun bukan waktu yang singkat bagi UMM. Dalam rentang waktu tersebut sudah banyak yang dilakukan UMM. Berbagai program pun dibuat untuk meningkatkan kualitas UMM secara merata. Hingga UMM menjadi perguruan tinggi yang dihormati dan disegani di kawasan. 

Capaian ini menurut Muhadjir tak dapat dilepaskan dari keberhasilan UMM dalam membangun sistem regenerasi yang berjalan dinamis. “Sejujurnya saya sekarang sudah tidak banyak kenal dengan dosen-dosen di UMM ini, yang baru-baru saya tidak kenal. Dan saya senang, artinya, proses regenerasi di UMM telah terjadi dengan baik,” ujarnya dalam agenda Halal Bihalal yang berlangsung di Dome UMM (9/4). 

Saat ini, jumlah dosen UMM ada sekitar 1.127 orang, karyawannya berjumlah 700 orang, dan ini belum termasuk karyawan tidak tetap dengan beragam skema kerja yang ada. Itu artinya ada ribuan orang yang menggantungkan hidupnya di UMM. Menjadi lahan untuk beramal dan berkontribusi yang pahalanya bersifat intangible. 

“Pesan saya, mohon jaga betul keberadaan UMM ini. Jangan mencoba bermain-main dengan lembaga ini. Untuk yang diberi amanah juga, tegakkan amanah itu dengan sebaik-baiknya. Sementara mereka yang ikut menjadi bagian dari UMM, hayatilah keberadaan UMM dan betul-betul merasa memiliki UMM. Jangan sampai, hidupnya di UMM tapi ada rasa tidak suka. Bahkan kalau di luar mengkritik dengan cara yang tidak bijak,” pesannya. 

Di momentum lebaran tersebut Muhadjir menegaskan perlunya setiap insan yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah melakukan konsolidasi. Menyadari bahwa setiap institusi, di samping memiliki posisi yang sangat penting bagi keberlangsungan hidupnya juga menuntut tanggung jawab dan komitmen yang besar untuk dijaga dan dikembangkan dengan berbagai program terobosan.  

“Saya yakin UMM akan terus berkibar dan terus maju, terus membawa marwah Muhammadiyah yang patut diperhitungkan dan disegani, bukan hanya di Indonesia, tapi juga panggung internasional,” tutupnya. (diko)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Isu gempa besar atau megathrust yang akan menimpa Indonesia j....

Suara Muhammadiyah

2 September 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

30 January 2026

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah Majlis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) ....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Ruang digital tak lagi dianggap sekadar etalase informasi. Bagi....

Suara Muhammadiyah

1 May 2026

Berita

Semarak Pengajian Ahad Pahing PCM Ajibarang: Kolaborasi Dakwah, Pengabdian, dan Internasionalisasi ....

Suara Muhammadiyah

11 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah