YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bulan Ramadhan adalah bulan berbagi. Semua umat Islam saling berbondong-bondong mengemasnya begitu rupa. Dengan satu tujuan utama: menyemai benih manfaat untuk semua.
Demikian juga dilakukan Suara Muhammadiyah, Jumat (6/3) dengan berbagi takjil kepada masyarakat di sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan (depan Grha Suara Muhammadiyah). Jumlahnya ada 100 paket takjil, demikian terang Deni Asy’ari, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah.
“Dan ini sudah yang kedua, dan insyaallah setiap Jumat akan dilakukan (di bulan Ramadhan),” tuturnya.
Deni menyebut, program berbagi takjil ini merupakan bagian dari proses penyaluran sedekah dan infak masyarakat kepada Suara Muhammadiyah. Yang maujudnya dalam bentuk paket lauk pauk berbuka puasa.
“Dan Alhamdulillah telah disalurkan oleh teman-teman Suara Muhammadiyah bagi pengguna jalan dan masyarakat yang berpuasa,” ujar Deni.

Di samping itu, program ini bukan sekadar berbagi semata, tetapi tarikan napasnya menggeliatkan semangat bersedekah. Dan, lebih utamanya lagi, sedekah dilakukan di bulan Ramadhan, demikian penegasan riwayat at-Tirmidizi.
“Kita ingin meningkatkan atau menjadikan Ramadan ini bulan untuk berderma, kedermawanan,” bebernya.
Juga, merasakan kebahagiaan kolektif. Berbagi takjil menjadi medium merasakan sekaligus menikmati paket komplit kebahagiaan secara komprehensif.
“Tidak hanya kita tetapi juga secara keseluruhan,” tegas Deni, menyebut juga semangat bert’awun. “Berkolaborasi, dan bekerja sama. Dan ini (berbagi takjil) bagian dari proses tawun itu,” sambungnya.

Program ini akan terus berkelanjutan dilakukan di bulan Ramadhan. “Sifatnya tidak hanya yang bersifat karikatif,” ucapnya. Tapi, bersifat hulu. “Dari apa yang bisa diproduksi dan itu menjadi bagian dari kerja sama,” lanjutnya.
Dan ini, ditambahkan Deni, harus menjadi karakter DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) dan identitas Persyarikatan Muhammadiyah. Dan ini, menurutnya, menjadi hal distingtif dengan yang lain.
“Muhammadiyah itu yadul ulya khoirum min yadis sufla, bahwa tangan di atas itu jauh lebih baik dibandingkan dengan tangan di bawah. Dan mudah-mudahan spirit ini juga menjadi spirit bagi warga persyarikatan secara menyeluruh termasuk di amal usahanya,” tandasnya. (Cris)
