Idul Adha PDM Kapuas Ungkap Makna Pengorbanan

Publish

17 June 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1231
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KUALA KAPUAS, Suara Muhammadiyah - Pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam melawan egoisme dan kekuasaan dirinya telah berhasil ia kalahkan. Ketika kekuasaan dan egoisme menguasai diri manusia, pada saat itulah manusia jauh dari Tuhannya dan suka berbuat zalim menista sesamanya, sehingga melahirkan panggung kehidupan yang penuh ketidakadilan dan perpecahan.

Makna penyembelihan hewan yang dikurbankan merupakan simbol penyembelihan nafsu manusia yang berwatak tamak, serakah, rakus, ambisius, suka berbuat zalim, sombong, suka menindas, suka menabrak norma-norma sosial, dan tidak merasa malu melanggar hukum-hukum Allah SWT. Demikian disampaikan Drs. H. Sofyan Sori N. BA, M. Ag., Penasehat PD. Muhammadiyah Kota Palangka Raya yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, dalam khotbah Salat Idul Adha 1445 H di Komplek Stadion Olahraga Panunjung Tarung Kuala Kapuas, Senin, 17 Juni 2024.

Dijelaskan khatib, dengan berkurban kita dapat mendekatkan diri kita kepada mereka yang kekurangan, di saat kita mendapatkan rezeki berlebih. Maka spirit ibadah kurban ini akan dapat kita lihat dari beberapa makna. Pertama, makna ketaqwaan, di mana orang yang berkurban sebagai simbol penyerahan diri dengan ikhlas seutuhnya kepada Allah SWT. Kedua, makna sosial, di mana Rasulullah saw. tidak menyukai orang beriman yang merendahkan dirinya di hadapan orang-orang kaya yang memiliki harta berlimpah, tetapi kikir dan enggan melaksanakan ibadah kurban pada hari raya Idul Adha.

Ketiga, makna solidaritas universal, di mana orang yang berkurban terlatih berperilaku adil, tidak diskriminatif, dan pilih kasih. Dalam nilai solidaritas universal ini terkandung makna pembebasan manusia dari segala bentuk kezaliman dan perampokan hak orang lain. Keempat, makna penanaman sikap adil, toleran, dan saling mengasihi, yang berlaku atas sesama manusia meskipun berbeda agama, ras, keturunan, dan lain-lain, sebagai perwujudan kesalehan sosial dan ketaqwaan. Kelima, makna keadilan, kemanusiaan, dan toleransi, yang merupakan dasar utama dalam hidup keberagaman kita, merajut kebersamaan hidup berdampingan yang damai dan harmonis.

Dari berbagai makna nilai-nilai berkurban ini, dapat kita pahami bahwa perintah berkurban itu adalah kebutuhan pokok setiap manusia, agar hidup ini tidak terkontaminasi oleh sifat-sifat hewan. Suatu kekeliruan besar jika seseorang mendemonstrasikan gengsi kemewahan, berpesta pora dalam berbagai macam acara, tetapi tidak mampu untuk melaksanakan ibadah kurban.

Sholat Idul Adha 1445 H diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas beserta diikuti Unsur PDM beserta Unsur Pimpinan Ortom Muhammadiyah Kapuas, anggota dan simpatisan Muhammadiyah serta sejumlah kaum muslimin dan muslimat dalam Kota Kuala Kapuas dan sekitarnya. (Bon)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiyah Jakar....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Idul Fitri 1 Sy....

Suara Muhammadiyah

30 March 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Kevin Rohman Nurfaizi, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universi....

Suara Muhammadiyah

11 July 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah sekian lama vakum, untuk pertama kalinya pada Sabtu, (11/10/....

Suara Muhammadiyah

18 October 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Kepala Sekolah SMP-SMA PPI Abdul Malik Fadjar sekaligus Direktur Pesant....

Suara Muhammadiyah

27 December 2025