Ilmu Harus Disebarkan secara Luas, Bukan Hanya di Laboratorium dan Ruang Kelas

Suara Muhammadiyah

25 June 2026

124
Dr Apt Hj Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Cris

Dr Apt Hj Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Cris

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Spirit menuntut ilmu meniscayakan bagian fundamental dalam kehidupan. Demikian diaksentuasikan dalam ajaran Islam, sebagaimana tertuang di Qs al-Mujadilah ayat 11.

Menurut Salmah Orbayinah, keuntungan orang yang menuntut ilmu akan ditingkatkan derajatnya oleh Allah SwT. Begitulah dikemukakan Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah tersebut.

"Tentunya ayat ini menegaskan kemuliaan ilmu itu tentunya bukan sekadar gelar," katanya. 

Meski demikian, hal itu penting, tetapi, bagi Salmah adalah bagaimana upaya mengejawantahkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

"llmu harus menjadi kekuatan transformasi sosial," tegasnya di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Kampus Terpadu Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Kamis (25/6) saat Orasi Ilmiah Guru Besar.

Hal itu berpokok pangkal dari perspektif 'Aisyiyah. Disebut Salmah, ilmu tidak boleh berhenti di dalam ruang kelas, laboratorium, dan jurnal ilmiah, tapi mesti meluas secara universal.

"Tentunya ilmu harus hadir di tengah masyarakat. Apalagi gelar profesor adalah gelar yang paling tinggi, ilmunya sudah spesifik," ujarnya.

Di situlah Salmah mendorong kepada dosen, lebih khusus lagi, dua guru besar yang dikukuhkan; Andari Wuri Astuti (Guru Besar Ilmu Kebidanan (Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan Berbasis Bukti) dan Wantonoro (Guru Besar Ilmu Keperawatan (Long term care) untuk lebih masif lagi menyebarluaskan ilmu yang telah diperoleh.

"Tentunya menjadi pemimpin ilmuwan semaunya di Unisa ini untuk kemudian mendarmabaktikan apa yang sudah didapatkan ini untuk kepentingan masyarakat banyak," tegasnya.

Secara khusus, keilmuan yang diraih oleh dua guru besar itu; kebidanan dan keperawatan, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena saling berkelindan.

"Keduanya menggabungkan antara kecerdasan intelektual, ketelitian ilmiah, dan juga nilai-nilai kemanusiaan," bebernya.

Bahkan, kedua prodi tersebut, disebut Salmah sangat mulia. Kenapa dikemukakan seperti itu? 

"Sejak awal sudah menyentuh nilai-nilai kemanusiaan tentunya dipraktikkan berdasarkan dari ilmu yang diraih," tambahnya.

Sehingga di sinilah menjadi penting bagi para akademisi, khususnya guru besar, untuk memastikan bahwa ilmu yang dikembangkan tidak berhenti sebagai capaian akademik semata, melainkan mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah terus bergerak hadir dalam memberikan pelayanan kes....

Suara Muhammadiyah

24 July 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersama Klin....

Suara Muhammadiyah

10 June 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Dr. /Agussani, MAP ....

Suara Muhammadiyah

15 November 2023

Berita

TANGSEL, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Ciputat m....

Suara Muhammadiyah

12 May 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muhammadiyah Se....

Suara Muhammadiyah

10 April 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah