IMM AR Fakhruddin Petakan Persoalan Kesehatan dan Lingkungan Kota Yogyakarta

Publish

10 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
69
Dok Istimewa

Dok Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) AR Fakhruddin Kota Yogyakarta melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik ini bertujuan membangun komunikasi kelembagaan sekaligus menggali data terkait isu kesehatan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan di Kota Yogyakarta.

Audiensi berlangsung di kantor Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan diterima oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Eko Rahmadi, S.KM., M.P.H., yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan. Ia didampingi oleh drg. Umi Nur Chariyati, M.P.H. selaku Kepala Seksi SDMK serta staf Dinas Kesehatan.

Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik PC IMM AR Fakhruddin, Muhammad Al-Fatih, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan langkah untuk memperoleh data dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai persoalan kesehatan masyarakat di Kota Yogyakarta.

Menurutnya, IMM berupaya mendorong gerakan mahasiswa yang berbasis kajian dan data, terutama dalam melihat keterkaitan antara persoalan kesehatan dengan kondisi lingkungan perkotaan.

“Kami ingin memastikan bahwa isu yang diangkat dalam gerakan mahasiswa benar-benar berbasis data dan kondisi riil di masyarakat. Karena itu, audiensi dengan berbagai instansi menjadi penting agar kami memiliki dasar kajian yang kuat,” ujar Al-Fatih.

Ia menambahkan bahwa isu kesehatan berbasis lingkungan menjadi salah satu fokus yang akan dikaji, mengingat berbagai persoalan kesehatan masyarakat sering berkaitan dengan faktor lingkungan seperti pengelolaan sampah, kualitas air, serta kondisi permukiman.

Ketua Umum PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta, Shidiq Setyo Adhi Nugroho, menjelaskan bahwa audiensi ini juga menjadi bagian dari langkah awal kepengurusan baru IMM setelah pelantikan pada akhir Februari 2026.

Menurutnya, PC IMM AR Fakhruddin memiliki basis kader yang cukup besar, sekitar 900 hingga 1000 mahasiswa yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), dan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA).

Dengan basis kader tersebut, IMM berupaya mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan Kota Yogyakarta melalui gerakan mahasiswa yang berbasis keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan PC IMM AR Fakhruddin, Gustama Fauzi Al-Fajar, menambahkan bahwa pihaknya juga berencana mengembangkan kajian keilmuan terkait isu kesehatan dan lingkungan sebagai bagian dari penguatan intelektual mahasiswa.

Dalam audiensi tersebut juga dibahas sejumlah persoalan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan kondisi lingkungan, seperti penyakit demam berdarah dengue (DBD), tuberculosis (TB), serta persoalan kualitas air yang dapat mempengaruhi kesehatan warga.

Gerakan Lingkungan

Selain itu, PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta juga melakukan audiensi dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kajian serta gerakan mahasiswa pada isu lingkungan dan ekologi di Kota Yogyakarta.

Audiensi berlangsung di kantor PDM Kota Yogyakarta dan dihadiri oleh sejumlah pengurus PC IMM AR Fakhruddin, di antaranya Muhammad Al-Fatih selaku Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik, Shidiq Setyo Adhi Nugroho sebagai Ketua Umum, Muhammad Farid Supele sebagai Sekretaris Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik, Gustama Fauzi Al-Fajar selaku Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan, serta Fakhira Danis Ara Ophelia sebagai Sekretaris Bidang Kajian dan Pengembangan Keilmuan.

Rombongan IMM disambut oleh jajaran MLH PDM Kota Yogyakarta, di antaranya Hery Setiyawan, M.Si selaku Ketua Majelis Lingkungan Hidup PDM Kota Yogyakarta serta Haris Syarif Usman, S.H., M.Kn selaku Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup. 

Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik PC IMM AR Fakhruddin, Muhammad Al-Fatih, menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari langkah organisasi untuk memetakan persoalan lingkungan secara lebih komprehensif di Kota Yogyakarta.

Menurutnya, IMM berupaya mengembangkan gerakan mahasiswa yang berbasis data dengan menggali berbagai informasi mengenai persoalan ekologis yang terjadi di kota tersebut.

“Kami ingin mendalami inventarisasi persoalan lingkungan dan ekologis di Kota Yogyakarta agar isu yang kami angkat benar-benar berbasis data dan kondisi nyata di masyarakat,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa pemetaan persoalan lingkungan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merancang berbagai program strategis organisasi, termasuk kegiatan riset dan kajian yang dilakukan oleh kader IMM.

Selain itu, IMM AR Fakhruddin juga berencana mengembangkan program pendidikan kader melalui kelas-kelas kajian yang berfokus pada isu lingkungan. Program tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus laboratorium gerakan mahasiswa yang berorientasi pada solusi terhadap persoalan ekologis di tingkat kota.

Sementara itu, Ketua Umum PC IMM AR Fakhruddin, Shidiq Setyo Adhi Nugroho, menyampaikan bahwa audiensi ini juga menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memperkuat jaringan serta membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Ia menjelaskan bahwa IMM AR Fakhruddin berupaya menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu fokus gerakan organisasi dalam periode kepengurusan saat ini.

“Kami ingin mengangkat isu lingkungan secara lebih spesifik di Kota Yogyakarta, baik terkait pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, maupun persoalan ekologis lainnya yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya. 

Dalam audiensi tersebut, pihak MLH PDM Kota Yogyakarta juga memaparkan berbagai persoalan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian, salah satunya adalah masalah pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Kota Yogyakarta.

Data yang disampaikan menunjukkan bahwa volume sampah di Kota Yogyakarta terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan sempat memunculkan kondisi darurat sampah pada tahun 2023 hingga 2024. Permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sistem pengelolaan, tetapi juga dengan perilaku masyarakat dalam memandang sampah sebagai sesuatu yang tidak memiliki nilai. 

Selain isu sampah, persoalan lain yang turut dibahas dalam audiensi tersebut adalah pencemaran air, keterbatasan ruang terbuka hijau, serta pengelolaan sungai yang menjadi bagian penting dari ekosistem perkotaan di Yogyakarta.

MLH PDM Kota Yogyakarta juga memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan, seperti gerakan pengelolaan sampah, program bersih-bersih sungai (reresik sungai), gerakan lingkungan berbasis masjid, hingga berbagai kegiatan edukasi lingkungan kepada masyarakat. (MAF)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTAENG, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantaeng, Samsud Samad, mene....

Suara Muhammadiyah

17 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, Hard....

Suara Muhammadiyah

24 February 2025

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Aisyiyah Bumiayu gelar lomba senam bahagia dalam ....

Suara Muhammadiyah

28 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Selaras dengan arah pembangunan nasional, Baznas melalui visi zakat na....

Suara Muhammadiyah

28 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melepas sebanyak 819 Mahas....

Suara Muhammadiyah

1 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah