Bantuan air bersih ini disalurkan secara langsung ke empat titik utama yang mengalami krisis paling parah, yakni di Desa Sei Ijum, Desa Lampuyang, Kampung Seranggas, dan Desa Kuin Permai.
Koordinator Lapangan, Etty Silviani, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian aksi nyata yang terus dilakukan (kepedulian) Muhammadiyah terhadap masyarakat yang terdampak kesulitan air bersih. Menurut dia, penanganan persoalan air membutuhkan kerja bersama agar bantuan dapat menjangkau warga secara lebih luas.
“Penyaluran air juga memperlihatkan hubungan sosial yang kuat antara relawan dan masyarakat. terutama pada saat penyaluran di desa Lempuyang, warga menyambut kedatangan tim dengan rasa antusias. Mereka bahkan memberikan beras kepada para relawan sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan,” ujarnya.
Ketua Umum DPD IMM Kalteng, Aris Pratama Gunawan menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk tanggap darurat kemanusiaan atas keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air layak konsumsi.
Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap krisis yang dialami masyarakat Kalteng akibat kemarau. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Seribu Senyum yang telah mendukung penuh dan mengirimkan bantuannya untuk meringankan beban masyarakat di sini,” ungkapnya.
Kondisi kekeringan ini memang sangat melumpuhkan aktivitas warga setempat. Supriadi, salah satu warga di daerah Lampuyang, menjelaskan bahwa kekeringan telah melanda permukiman mereka selama beberapa waktu terakhir.
“Sudah lama hujan tidak turun. Sumur-sumur warga di kampung ini sudah kering, air kami terasa asin karena tercampur dengan air laut, sehingga kami sangat kesulitan mencari air untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Lebih parah lagi, sumber air alternatif yang ada di permukiman juga sudah tidak layak konsumsi. Marlina, warga Kampung Seranggas, menuturkan bahwa pasokan air sangat memprihatinkan.
“Sumur sudah kering total, dan air dari PDAM sekarang kondisinya asin, jadi sama sekali tidak bisa diminum atau dipakai untuk memasak. Kalau tidak ada bantuan, kami bingung harus mencari air ke mana lagi,” jelas Marlina.
Kehadiran truk tangki air bersih ini disambut dengan antusiasme dan antrean jerigen warga. Ahmad, tokoh masyarakat di Kuin Permai, mewakili warga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Terima kasih banyak kepada adik-adik dari IMM Kalteng, Muhammadiyah Kotawaringin Timur, dan tentunya Yayasan Seribu Senyum atas bantuan air bersihnya. Bantuan ini sangat berharga dan langsung menyentuh kebutuhan paling mendesak kami saat ini,” tutup Ahmad.
Bagikan Healthy Kit untuk Guru dan Pelajar
Sementara itu, bencana kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memicu keprihatinan dari berbagai pihak terhadap kesehatan kelompok rentan, terutama anak-anak. Merespons kondisi udara yang kian memburuk, IMM Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Seribu Senyum menyalurkan bantuan berupa masker, madu, multivitamin, susu untuk guru dan pelajar di tiga sekolah Muhammadiyah, yakni SMP Muhammadiyah Palangka Raya, SD Muhammadiyah 2 Palangka Raya, dan SD Muhammadiyah Pahandut, Jumat (2/10/2026).
Ketua Umum DPD IMM Kalteng, Aris Pratama Gunawan menyampaikan bahwa pembagian masker dan nutrisi ini merupakan bentuk keprihatinan mendalam atas risiko kesehatan yang dihadapi anak-anak yang beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan di tengah kepungan asap.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi udara saat ini yang mengancam kesehatan anak-anak kita. Oleh karena itu, kami turun langsung untuk mendistribusikan bantuan ini, mengingat siswa tidak berada di sekolah, penyaluran bantuan dilakukan dengan metode penyesuaian. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Seribu Senyum yang telah mengirimkan bantuannya dan bersinergi bersama kami untuk anak-anak sekolah di Palangka Raya,” ungkapnya.
Kondisi udara di Palangka Raya saat ini memang dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Muhammad Syairi Abdullah, S.Pd., Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Palangka Raya, menjelaskan bahwa ketebalan kabut asap berdampak langsung pada kebijakan sekolah.
“Kabut asap di Palangka Raya akhir-akhir ini semakin tebal dan jarak pandang mulai terbatas. Udara di luar sudah sangat tidak sehat, sehingga mengharuskan anak-anak untuk kembali mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing demi keselamatan mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Indra, S.Pd., Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Palangka Raya, memaparkan teknis pembagian bantuan tersebut agar tetap tepat sasaran.
“Karena saat ini aktivitas belajar anak-anak sedang di rumah, bantuan masker dan susu ini tidak bisa kami bagikan langsung ke siswa. Bantuan ini akan kami salurkan secara bertahap melalui orang tua yang datang ke sekolah untuk mengambilnya,” tuturnya.
Kehadiran bantuan di tengah bencana kabut asap ini disambut dengan sangat baik. Sandra Aryani K.N., S.Pd., Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Pahandut, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kemanusiaan tersebut.
“Mewakili pihak sekolah, orang tua, dan anak-anak didik kami, saya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman mahasiswa IMM Kalteng dan Yayasan Seribu Senyum. Bantuan masker dan asupan nutrisi ini sangat berharga untuk menjaga daya tahan tubuh anak-anak kami dari ancaman penyakit pernapasan,” pungkasnya.

