MALANG, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah 1 Kota Malang menunjukkan komitmen nyata dalam dakwah sosial dan kemanusiaan dengan bergabung dalam AksiMu yang dibentuk oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang bersama berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) . Keterlibatan ini terwujud melalui peran sekolah sebagai posko jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Kota Malang. Sabtu-Ahad (7-8/02/2026)
Penunjukan SD Muhammadiyah 1 Malang sebagai posko utama merupakan bagian dari dukungan Muhammadiyah terhadap kelancaran agenda keagamaan berskala nasional. Ribuan jemaah dari Trenggalek dan Tulungagung memanfaatkan fasilitas sekolah sebagai tempat transit, istirahat, dan koordinasi sebelum dan sesudah mengikuti mujahadah di Stadion Gajayana.
Melalui AksiMu, Muhammadiyah hadir bukan sekadar sebagai penyedia fasilitas, tetapi juga sebagai mitra kebangsaan yang merawat toleransi dan persaudaraan umat. Sejumlah AUM turut ambil bagian dengan menyediakan dukungan logistik, kesehatan konsumsi, serta tenaga relawan. Lingkungan sekolah disiapkan secara optimal dengan pemanfaatan ruang kelas, aula, serta fasilitas sanitasi demi kenyamanan jemaah.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Kota Malang menyampaikan bahwa keterlibatan sekolah dalam AksiMu ini merupakan bagian dari pendidikan nilai kepada warga sekolah dan masyarakat luas. “Kami ingin menanamkan bahwa perbedaan organisasi bukan alasan untuk berjarak. Justru di sinilah nilai Islam berkemajuan dan ukhuwah itu diuji dan dihidupkan,” ungkapnya.
Apresiasi mendalam disampaikan oleh Koordinator Lapangan PCNU Trenggalek dan Tulungagung, Ustadz Sumanto, atas pelayanan yang diberikan keluarga besar Muhammadiyah. Dalam pesannya, ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada pihak sekolah.
“Kami mewakili warga nadhiyin mengucapkan terima kasih atas segala fasilitas dan pengorbanan panjenengan dan keluarga besar Muhammadiyah. Selanjutnya kami mohon maaf atas banyak kekhilafan, kesalahan, dan telah merepotkan panjenengan semua, termasuk kondisi sekolah yang menjadi kotor dan banyak sampah. Semoga pengorbanan yang telah diberikan diterima Allah sebagai amal khasanah dan amal saleh bagi panjenengan semua," ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi potret indah Islam rahmatan lil ‘alamin yang hidup di tengah masyarakat.

