Indonesia Peringkat Keenam Dunia Anak Zero-Dose

Suara Muhammadiyah

9 June 2026

398
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Indonesia Peringkat Keenam Dunia Anak Zero-Dose, Dokter UMY Ingatkan Risiko Penyakit Mematikan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Angka anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2025, sekitar 2,3 juta anak tercatat belum memperoleh imunisasi, sehingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah anak zero-dose tertinggi di dunia. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit infeksi yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Dosen Kedokteran Anak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. H. M. Bambang Edi Susyanto, Sp.A., M.Kes., menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan data proyeksi yang dihitung berdasarkan tren dari tahun ke tahun. Meski bukan data riil hasil pendataan langsung, jumlah anak yang belum memperoleh imunisasi tetap menjadi perhatian karena menunjukkan masih banyak anak yang belum mendapatkan perlindungan optimal terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.

“Indonesia berada pada peringkat keenam dunia dalam jumlah anak zero-dose. Yang dimaksud anak zero-dose adalah anak yang hingga usia sekitar satu tahun belum memperoleh imunisasi sesuai dengan usianya. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan karena dapat berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Menurut Bambang, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan paling efektif dalam mencegah berbagai penyakit menular berbahaya. Ketika seorang anak tidak memperoleh perlindungan melalui imunisasi, risiko terpapar penyakit infeksi akan meningkat dan dapat berujung pada komplikasi serius hingga kematian.

“Banyak penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun, ketika banyak anak yang terlewat imunisasinya, risikonya menjadi sangat besar. Misalnya imunisasi BCG yang bertujuan mencegah tuberkulosis berat, serta imunisasi DPT untuk mencegah difteri, pertusis, dan tetanus. Penyakit-penyakit tersebut bukan penyakit ringan karena dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa,” jelasnya.

Bambang menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu program kesehatan yang sangat efektif, baik dari sisi manfaat maupun biaya. Dengan biaya yang relatif terjangkau, imunisasi mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius pada anak.

“Imunisasi dikenal sebagai upaya kesehatan yang sangat cost-effective. Artinya, biaya yang dikeluarkan relatif kecil, tetapi manfaat yang diperoleh sangat besar. Karena itu, imunisasi tetap menjadi salah satu investasi kesehatan terbaik untuk menjaga kualitas hidup anak-anak Indonesia,” tegasnya.

Ia berharap para orang tua tidak menunda pemberian imunisasi kepada anak karena manfaat yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan efek samping ringan yang mungkin muncul setelah vaksinasi. Menurutnya, peningkatan cakupan imunisasi menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya kembali penyakit-penyakit yang sebenarnya telah dapat dikendalikan melalui program vaksinasi.

“Semakin tinggi cakupan imunisasi, semakin kuat perlindungan yang terbentuk di masyarakat. Karena itu, kesadaran orang tua untuk melengkapi imunisasi anak menjadi sangat penting dalam menjaga kesehatan generasi mendatang,” pungkas Bambang. (NF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pasca-koordinasi dengan Kemenlu RI pada Selasa, 17 September 2024, lem....

Suara Muhammadiyah

19 September 2024

Berita

SINJAI, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si....

Suara Muhammadiyah

26 September 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Senam sehat Milad Mu'allimin ke-107 diikuti ratusan peserta dari ci....

Suara Muhammadiyah

1 December 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka mengevaluasi kegiatan Hizbul Wathan beberapa sekolah kemba....

Suara Muhammadiyah

26 May 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Pengajian Majelis Tabligh Muhammadiyah di gelar Di Gedung Jam'iyyah Hujj....

Suara Muhammadiyah

30 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah