Integritas dan Kejujuran

Suara Muhammadiyah

21 September 2026

144
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Masjid Al Muttaqiin kembali menggelar kegiatan pengajian yang menyoroti kehidupan sehari-hari. Pengajian Ahad pagi bakda subuh tanggal 20 September 2026 kali ini diisi oleh Ustadz Sujiman, MA. Tema kajian kali ini adalah integritas dan kejujuran yang bisa jadi menjadi pelajaran pada kondisi saat ini. Jamaah kajian diikuti oleh sekitar 120an jamaah rutin dan sebagian jamaah dari luar. Kajian tersebut mengajak jamaah untuk memahami bahwa kejujuran bukan sekadar nilai moral, tetapi merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang harus diwujudkan dalam perkataan, sikap, maupun tindakan.

Dalam kajian ini Ust. Sujiman menyampaikan bahwa Kejujuran adalah pondasi utama dalam pembentukan karakter seorang Muslim.  Salah satu kisah paling ikonik dalam sejarah Islam yang menggambarkan kekuatan integritas adalah percakapan antara seorang ibu dan anak gadisnya di tengah malam, yang disaksikan secara tidak sengaja oleh Khalifah Umar bin Khattab.

Diceritakan oleh Ust. Sujiman bahwa suatu malam, saat Khalifah Umar bin Khattab sedang melakukan ronda untuk memantau keadaan rakyatnya, beliau mendengar percakapan dari sebuah rumah sederhana, yaitu percakapan seorang penjual susu dan anaknya. Disampaikan isi percakapan tersebut sebagai berikut: Sang Ibu : “Campurkanlah susu itu dengan air (agar volume bertambah).” Sang Anak menjawab : “Khalifah Umar telah melarang penjualan susu campuran. Apakah Ibu tidak mendengar larangan itu?” Sang Ibu : “Umar tidak melihat kita. Ia tidak mungkin mengetahui apa yang kita lakukan malam ini!” Jawaban Sang Anak (dengan penuh keyakinan) : “Wahai Ibu, seandainya Umar tidak melihat kita, tapi Tuhan Umar melihat kita. Demi Allah, saya tidak mau melakukannya karena Allah juga melarang perbuatan itu!”.

Percakapan tersebut  merupakan pelajaran berharga tentang konsep Ihsan (merasa selalu diawasi oleh Allah SWT). Konsep tersebut menjadi landasan penting dalam membangun kejujuran. Seseorang yang memiliki kesadaran bahwa Allah SWT selalu mengetahui setiap perkataan dan perbuatannya akan terdorong untuk tetap berkata dan bertindak benar, sekalipun tidak ada orang lain yang melihat. Kejujuran dengan demikian bukan semata-mata dilakukan karena takut kepada manusia, melainkan lahir dari kesadaran dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dalam pengajian tersebut disampaikan bahwa kualitas kejujuran seseorang justru terlihat ketika ia berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk berbuat tidak jujur tanpa diketahui orang lain. Di sinilah konsep ihsan memiliki peran penting, karena menghadirkan kesadaran bahwa tidak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari pengetahuan Allah.

Pesan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi jamaah bahwa integritas harus dibangun dari dalam diri. Kejujuran dalam keluarga, pekerjaan, bermasyarakat maupun dalam menjalankan amanah merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai ihsan. Dengan membangun kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi, seseorang diharapkan mampu menjaga sikap dan perilakunya, baik ketika dilihat manusia maupun ketika berada seorang diri.

Dalam kajian disampaikan bahwa konsep ihsan sebagaimana dijelaskan dalam hadis Jibril merupakan tingkatan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Rasulullah SAW ketika ditanya tentang ihsan menjawab, “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim).

Hadis tersebut memberikan pelajaran mendalam bahwa seorang Muslim perlu menghadirkan kesadaran akan pengawasan Allah SWT dalam setiap aktivitasnya. Perasaan bahwa Allah selalu melihat inilah yang dapat menjadi pengendali diri, sehingga seseorang tetap memilih kejujuran meskipun memiliki kesempatan untuk berbuat curang dan tidak diketahui oleh manusia.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, nilai ihsan dapat diwujudkan melalui berbagai sikap sederhana, seperti berkata sesuai kenyataan, menjaga amanah, tidak mengambil hak orang lain, melaksanakan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, serta berani mengakui kesalahan. Kejujuran tidak semestinya bergantung pada ada atau tidaknya pengawasan manusia, tetapi tumbuh dari kesadaran bahwa Allah SWT tidak pernah luput mengawasi hamba-Nya.

Pengajian tersebut juga mengingatkan bahwa integritas seseorang justru akan terlihat ketika ia berada dalam keadaan yang memungkinkan untuk berbuat tidak jujur tanpa diketahui orang lain. Pada saat itulah keimanan dan kesadaran ihsan menjadi benteng yang menjaga seseorang agar tetap berada di jalan yang benar.

Disampaikan bahwa kejujuran dapat meningkatkan derajat manusia. Dijelaskan lebih lanjut bahwa Umar bin Khattab yang mendengar kejujuran gadis tersebut merasa sangat kagum. Beliau kemudian menikahkan putranya, Ashim, dengan gadis miskin yang saleha tersebut (Ummu Ammarah). Dari keturunan mereka, lahirlah tokoh besar, Laila (Ummu Ashim), yang nantinya menjadi ibu dari Umar bin Abdul Aziz—seorang Khalifah yang dikenal paling adil dan takwa dalam sejarah Bani Umayyah. INi menandakan bahwa keluarga gadis itu ditinggikan derajatnya

Sebagai penutup Ust. Sujiman menyampaikan melalui kajian tersebut, jamaah diharapkan tidak hanya memahami ihsan sebagai konsep dalam ibadah, tetapi juga mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan. Kesadaran bahwa Allah senantiasa melihat diharapkan mampu melahirkan pribadi yang jujur, amanah, bertanggung jawab, dan konsisten berbuat baik, baik ketika berada di tengah masyarakat maupun ketika tidak ada seorang pun yang menyaksikan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) terus menunjukkan ko....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kasus Ebola yang kembali menjadi perhatian dunia mengingatkan penti....

Suara Muhammadiyah

7 July 2026

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) melaksanakan Silaturahmi dan....

Suara Muhammadiyah

18 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PP ‘Aisyiyah) dalam Majelis T....

Suara Muhammadiyah

10 August 2024

Berita

Warek II UM Bandung Ahmad Diponegoro, Warek I UM Bandung Hendar Riyadi, Ketua PP Muhamamdiyah sekali....

Suara Muhammadiyah

28 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah