Intervensi Bertopeng Kemanusiaan Amerika Serikat ke Venezuela
Oleh: Buya Anwar Abbas
Keadaan ekonomi Venezuela dalam beberapa tahun terakhir memang sangat memprihatinkan. Inflasi yang tinggi akibatnya daya beli masyarakat menurun, apalagi gaji para pekerjanya juga sangat rendah, sehingga jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka sehari-hari.
Produksi minyak Venezuela juga menurun drastis, dan juga banyak perusahaan tutup dan memberhentikan karyawannya sehingga banyak dari warga negaranya melakukan migrasi mencari kehidupan lebih baik di luar negeri. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena adanya sanksi ekonomi yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap negara tersebut. Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Venezuela dengan beberapa alasan, antara lain karena Venezuela memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan Rusia, Kuba dan Iran yaitu tiga negara yang merupakan musuh Amerika.
Hal demikian tentu saja membuat Donald Trump khawatir karena akan bisa mengancam kepentingan negeri Paman Sam. Kedua, Amerika Serikat tidak setuju dengan kebijakan nasionalisasi yang dilakukan oleh pemerintahan Hugo Chavez tahun 2007 terhadap industri minyak yang ada di negara tersebut seperti ExxonMobil, Chevron dan Total dan mengubahnya menjadi perusahaan patungan. Hal demikian jelas mendapat reaksi keras dari perusahaan-perusahaan minyak asing dan dari negara-negara barat termasuk Amerika Serikat karena hal demikian jelas akan mengganggu perekonomian mereka.
Sebab dengan begitu mereka tentu akan kehilangan akses ke sumberdaya alam yang sangat berharga tersebut. Kemarahan Amerika ternyata tidak berhenti dengan kematian Hugo Chaves karena Maduro sebagai penggantinya juga melanjutkan kebijakan yang telah dibuat Chavez.
Untuk itu supaya mereka mendapat legitimasi dari dunia, maka Amerika Serikat menuduh pemerintah Venezuela telah melakukan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, melakukan kecurangan pemilu, tidak menghormati hak asasi manusia, dan lain-lain termasuk tuduhan mendukung perdagangan narkotika. Dengan berdasarkan tuduhan-tuduhan tersebut Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Venezuela dengan tujuan untuk menekan pemerintah Venezuela agar melakukan reformasi demokrasi, menghormati hak asasi manusia, dan menghentikan korupsi.
Tapi itu hanya alasan dan tameng saja karena sejatinya Amerika Serikat menginginkan pemerintah Venezuela tunduk dan patuh kepada arahan Washington sehingga Amerika dapat meraup keuntungan yang sebesar-besarnya terutama dari minyak dan sumber daya alam lainnya yang melimpah yang dimiliki Venezuela.
Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah

