IPM JATIM Siap Optimalisasikan Program Muhammadiyah Abad Kedua

Publish

9 November 2023

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1840
IPM Jawa Timur

IPM Jawa Timur

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Musyawarah Wilayah (Musywil) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur (Jatim) dilaksanakan pada Desember 2023. Mengusung Tema "IPM Terdepan, Inklusif Berkemajuan" dalam hal tersebut, Ina Afrina Faiqotun Nisa selaku Ketua Tim Materi menegaskan, bahwa tema tersebut merupakan bentuk optimisme IPM Jatim dalam menyongsong era baru pasca Muktamar. 

Ia juga menjelaskan, PW IPM Jatim siap memberikan dukungan terhadap 8 program prioritas hasil muktamar Pimpinan Pusat IPM Ke-XXIII yang lalu, yaitu: aktualisasi paham islam berkemajuan, kepemimpinan yang kolaboratif, program inklusif, perencanaan program dan kebijakan berbasis riset dan berkelanjutan, penguatan digitalisasi organisasi, ekosistem perkaderan yang kreatif dan berdampak, spesialisi minat bakat pelajar, serta pendekatan daya saing untuk diaspora kader. 

Ina sapaan akrabanya memaparkan bahwa pada era baru saat ini, IPM beralih dari paradigma ansos menjadi paradigma aset, paradigma pendekatan masalah ini yang dipakai oleh para pendahulu IPM yang masih bersifat defisit. Di era baru ini IPM beralih dari paradigma ansos (analisis sosial) yang menggunakan pendekatan masalah ke paradigma aset, menggunakan metode pendekatan aset berbasis apresiatif inquiry. 

Paradigma aset ini disusun menggunakan 2 metode, pertama apresiatif inquiry dan kedua adalah Teori of Change (ToC). Saat ini program nasional IPM sedang mencoba menggunakan metode yang kedua, Teori of Change. Memiliki beberapa siklus diantaranya: (1) Input, menganalisa aset dan sumber daya yang dimiliki. (2) Aktifitas, aset yang sudah di analisa di siklus input. (3) Output atau visi misi jangka pendek. (4) Outcome atau visi misi jangka menengah. (5) Impact atau visi misi capaian jangka panjang yang merupakan visi misi utama dari pimpinan. 

"Narasi berkelanjutan adalah manifestasi bahwa aktualisasi program tidak sekedar terbatas pada jangka periode ke periode, tapi berkesinambungan antara periode. Tidak terpatok asal berbeda pimpinan, berbeda orang lantas programnya berbeda. Namun yang diharapkan adalah outcomenya sama untuk mencapai visi misi jangka panjang, meskipun setiap kegiatan punya takjub dan indikator keberhasilan yang berbeda," tambahnya. 

Ia Juga berharap sekaligus berpesan kepada seluruh kader IPM para generasi z (GenZ). Perlu adanya kesadaran bahwa kita sudah masuk di era baru, yakni perkembangan teknologi AI. Harapan kedepan generasi Z bisa memaksimalkan Artificial Intelegence (AI) baik dalam sistem organisasi maupun sistem perkaderan. 

"Jika dipetakan juga luas ada perkaderan formal dan perkaderan pendukung, melalui program program perkaderan inilah diharapkan para Gen Z ini dapat membawa perubahan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya. (Ulum/Faqih)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Early Childhood Professional Learning Series VIII, Tema: ReBuilding the Foundation of Early Learning....

Suara Muhammadiyah

14 April 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam Dialog Terbuka Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Preside....

Suara Muhammadiyah

22 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Umat Islam meyakini bahwa Allah sebagai Yang Maha Esa. Deklarasi ini t....

Suara Muhammadiyah

14 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lebih dari 30 mahasiswa UM Bandung Prodi Ilmu Komunikasi yang....

Suara Muhammadiyah

2 July 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur kembali menyele....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah